Perkuat Penanganan Malaria, Pemkab Mimika Bentuk UPTD Khusus

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya penanganan malaria dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus malaria di bawah Dinas Kesehatan.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka kasus malaria di wilayah tersebut yang turut memberikan kontribusi besar terhadap kasus malaria di Papua maupun secara nasional.

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, sebelumnya penanganan malaria dilakukan melalui Malaria Center. Namun, seiring tingginya kasus yang terus terjadi, pemerintah daerah memandang perlu meningkatkan status lembaga tersebut menjadi UPTD agar penanganannya lebih terstruktur, terarah, dan memiliki sistem kerja yang lebih kuat.

” Kenapa di Mimika saja yang punya UPTD ini? Karena memang di sini tinggi,” ungkap JR saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berbagai bentuk kerja sama juga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan malaria, termasuk dengan Kementerian Kesehatan serta pemerintah Australia bagian utara dalam bidang penelitian dan pengendalian penyakit malaria.

Selain fokus pada pengobatan, pemerintah daerah juga menggencarkan langkah-langkah pencegahan, seperti fogging, penyemprotan dinding rumah, pembagian kelambu, hingga pendampingan pasien agar mengonsumsi obat secara tuntas.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penularan ulang sekaligus memastikan pasien benar-benar sembuh.

Namun demikian, JR menilai penanganan medis semata tidak akan cukup apabila akar persoalan malaria belum diselesaikan secara menyeluruh. Faktor lingkungan seperti genangan air, sanitasi yang buruk, serta keterbatasan infrastruktur dasar, termasuk akses air bersih, masih menjadi penyebab utama tingginya kasus malaria di Mimika.

Di sisi lain, pembenahan sistem pencatatan kasus juga tengah dilakukan agar data malaria menjadi lebih akurat. Selama ini, satu pasien masih berpotensi tercatat lebih dari satu kali dalam periode tertentu sehingga memengaruhi jumlah laporan kasus yang ada.

Oleh karena itu, JR menegaskan bahwa penyelesaian malaria harus dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga dukungan internasional.

Edukasi masyarakat serta perbaikan kualitas lingkungan juga dinilai menjadi langkah penting dalam menekan penyebaran malaria.

” Kunci utama penyelesaian malaria sebenarnya ada pada penyebabnya. Selama persoalan lingkungan, genangan air, infrastruktur, dan perilaku hidup bersih belum ditangani, maka malaria akan terus ada,” tuturnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *