Air Bersih di Mimika Timur Jauh Tak Pernah Mengalir, Pansus DPRK Mimika Beberkan Fakta Lapangan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menemukan fakta mengejutkan terkait proyek penyediaan air bersih di Kampung Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Fasilitas yang telah diresmikan dengan meriah tersebut ternyata tidak pernah berfungsi secara normal dan hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Fakta itu terungkap saat Tim Pansus Air Bersih DPRK Mimika melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Manasari Ibu Kota Distrik Mimika Timur Jauh, Minggu (24/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, warga secara langsung menyampaikan berbagai keluhan terkait fasilitas air bersih yang selama ini tidak memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

Warga setempat saat memperlihatkan sumur yang ada di kawasan fasilitas air bersih Kampung Manasari

Rombongan pansus dipimpin Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib, Sekretaris Pansus Federina Matirani, serta anggota pansus Herman Tangke Pare, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Benyamin Sasrira, Anton Pali, dan Bilianus Zoani. Kunjungan tersebut juga didampingi langsung Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Dalam dialog bersama tim pansus, warga mengungkapkan bahwa air bersih hanya sempat mengalir saat acara peresmian berlangsung. Setelah kegiatan tersebut berakhir, fasilitas yang dibangun tidak pernah lagi beroperasi hingga saat ini.

“Air mengalir hanya di Waktu peresmian saja. Kami senang karena berpikir akhirnya kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi. Air memang keluar saat itu, tetapi setelah peresmian selesai, sampai sekarang tidak pernah mengalir lagi,” ungkap salah seorang warga kepada tim pansus.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kecewa karena layanan air bersih yang diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih justru tidak memberikan manfaat nyata. Hingga kini, sebagian besar warga masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain tidak berfungsi, warga juga mengeluhkan minimnya perawatan terhadap fasilitas yang telah dibangun. Tidak adanya petugas yang ditempatkan untuk mengelola dan mengawasi sarana tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.

Rombongan Pansus Air Bersih DPRK Mimika saat tiba di Kampung Manasari – Distrik Mimika Timur Jauh

Beberapa kran air yang dipasang di lokasi bahkan ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan. Situasi ini semakin menambah kekecewaan masyarakat karena anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut belum memberikan dampak nyata yang dirasakan warga.

Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, mengaku prihatin dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, pembangunan fasilitas publik seharusnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan malah hanya di saat peresmian saja.

“Kita bangga seolah-olah telah melayani masyarakat dengan baik, tetapi kenyataannya sama sekali tidak dirasakan oleh masyarakat. Fasilitas tidak dirawat dengan baik, bahkan kran-kran yang dipasang pun sudah rusak. Masyarakat sangat kecewa. Alat-alat yang canggih dipasang di sana, tetapi tidak ada gunanya,” ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, Pansus Air Bersih DPRK Mimika akan segera memanggil dinas teknis guna meminta penjelasan sekaligus mencari solusi agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera berfungsi.

“Kami akan memanggil dinas teknis dalam waktu dekat agar bersama-sama mencari jalan keluarnya. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus segera dipenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, juga menyayangkan kondisi fasilitas air bersih yang tidak berfungsi meski telah diresmikan dan diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat di Distrik Mimika Timur Jauh.

Menurut Asri, setiap program pembangunan harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada tahap peresmian semata.

“Kami sangat prihatin mendengar langsung keluhan masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Tidak boleh ada pembangunan yang hanya selesai pada saat peresmian, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Pansus usai meninjau tempat penampungan air bersih

Ia menegaskan bahwa kunjungan Tim Pansus Air Bersih DPRK Mimika ke Kampung Manasari bukan sekadar peninjauan lapangan, melainkan untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Masyarakat sudah menaruh harapan besar ketika fasilitas ini diresmikan. Mereka yakin persoalan air bersih akan teratasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Karena itu kami akan mendorong pemerintah melalui dinas teknis terkait untuk segera turun tangan memperbaiki sistem yang ada agar fasilitas ini bisa berfungsi dan dinikmati masyarakat,” tegasnya.

Kendati demikian, DPRK Mimika melalui Pansus Air Bersih berkomitmen mengawal hasil temuan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Pansus berharap persoalan air bersih di Kampung Manasari dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat di Distrik Mimika Timur Jauh memperoleh akses air bersih yang layak sebagaimana mestinya. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *