Pendataan Sensus Penduduk Oleh BPS Wajib Libatkan RT

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa, Miller Kogoya, S. Sos. / Foto : Husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) –Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Miller Kogoya berharap pendataan Sensus Penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang saat ini tengah di lakukan di Mimika diharapkan melibatkan ketua Rukun Tetangga (RT).

“Pendataan Sensus penduduk yang saat ini sedang berlangsung mendapat banyak penolakan dari warga, sebab warga bingung pendataan tidak ada info atau sosialisasi terlebih dahulu. Karena itu, kami berharap pihak BPS harus melibatkan pemerintah daerah dari tingkat distrik, kelurahan maupun RT RT, sebab yang punya warga itu para RT. Mereka tahu mana warga yang menetap mana yang bukan, takutnya pendataan nya tidak valid, “tegas Ketua Fraksi PKB, Miller Kogoya, S. Sos kepada wartawan di ruang kerjanya kantor DPRD Mimika, Selasa (8/9) siang.

Miller mendukung pelaksanaan Sensus penduduk untuk menjadi data valid warga, namun kiranya BPS yang mengutus timnya ke warga untuk mendata, harus berkoordinasi dengan pihak Lurah atau RT di libatkan sebab mereka yang tahu persis status sosial warga di sebuah permukiman warga.

“Saat melakukan pendataan warga, petugas harus bisa berkoordinasi dengan pihak RT. Hal ini penting sehingga dalam mendata warga itu benar benar valid, sebab bisa saja warga itu bukan warga yang menetap dan hanya sementara. Sehingga dalam pendataan warga benar benar tepat sasaran, mana warga tergolong  miskin, mana warga asli Papua dan bukan. Sehingga tidak terjadi kesalahan seperti yang lalu lalu, “katanya.

Politisi PKB ini berharap, pendataan penduduk yang sedang dilaksanakan ini disinkronkan kan dengan beberapa instansi yang terkait soal data kependudukan.

“Pendataan ini harus disamakan atau dicocokkan dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BPS, Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya. Sehingga kedepan bila ada bantuan sosial yang disalurkan benar benar warga yang layak menerimanya, tidak seperti sebelumnya ada nama tapi warga tersebut sudah tidak ada disitu bahkan sudah ada yang meninggal dunia tapi namanya masih muncul, “sarannya. (Opa)

Administrator Timika Bisnis