MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, mulai mematangkan sejumlah proyek infrastruktur strategis untuk membuka sekaligus memperkuat konektivitas dari kampung-kampung hingga pusat Kota Timika.
Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob–Emanuel Kemong, yakni membangun Mimika dari kampung ke kota.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, pembangunan infrastruktur strategis tersebut mencakup sejumlah jembatan gantung di wilayah pegunungan serta pembangunan jembatan di wilayah Miyoko.
Selain itu, pemerintah juga tengah merancang pembangunan akses jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah dengan Timika, termasuk Agimuga dan Potowaiburu.
Menurut Rettob, pembangunan akses tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di Mimika.
“Dari Potowaiburu sampai Timika ada beberapa pembangunan pusat-pusat ekonomi baru, seperti Agimuga. Rencananya jalan dari Agimuga ke Timika, kemudian dari Potowaiburu ke Timika,” kata Rettob saat diwawancarai usai kegiatan, Selasa (1/9/2026).
Rettob menjelaskan, tahun pertama masa kepemimpinannya lebih banyak difokuskan untuk melanjutkan berbagai perencanaan yang telah disusun oleh pemerintahan sebelumnya.
Karena itu, memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Pemkab Mimika mulai memperkuat fondasi perencanaan untuk berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan ke depan.
Perencanaan tersebut tidak hanya menyasar sektor infrastruktur, tetapi juga mencakup kebudayaan, pariwisata, regulasi, serta berbagai program pembangunan lainnya.
Ia mengatakan,Pemerintah menargetkan pelaksanaan sejumlah proyek tersebut dapat dilakukan lebih masif mulai tahun depan.
Ia menegaskan, salah satu pelajaran penting dari pelaksanaan pembangunan tahun ini adalah perlunya memisahkan sekaligus mematangkan tahapan perencanaan sebelum sebuah proyek masuk ke tahap pembangunan.
Pemerintah tidak ingin lagi proses perencanaan dan pembangunan dilakukan secara bersamaan karena berpotensi memperlambat pelaksanaan proyek di lapangan.
“Sekarang kita kerja dari awal. Kita sudah punya perencanaan ke depan. Contohnya, kita bikin master plan, setelah itu detail design, baru pembangunan dilakukan secara bertahap. Ini yang harus kita lakukan supaya tahun depan kita sudah siap eksekusi,” tandas Rettob.(Liddya Bahy)

