MIMIKA,(timikabisnis.com) – Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika mendorong keterlibatan tenaga lokal dalam pengelolaan fasilitas air bersih di Distrik Amar, Jumat (22/5/2026).
Selain meninjau kondisi fasilitas air bersih, Tim Pansus juga menekankan pentingnya pelatihan teknis dan pemberian insentif bagi petugas lapangan agar pelayanan air bersih di wilayah pesisir Mimika salah satunya seperti di Distrik Amar dapat berjalan optimal.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pansus Air Bersih, Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib, Sekretaris Pansus Federina Matirani, serta anggota Herman Tangke Pare, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Benyamin Sasrira, Anton Pali, dan Bilianus Zoani. Rombongan didampingi langsung Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Ketua Pansus, Rizal Pata’dan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi layanan air bersih di wilayah pesisir Mimika,salah satunya termasuk di Distrik Amar.
“Pansus air sudah melaksanakan tugasnya untuk melihat kondisi riil terkait layanan air bersih yang ada di wilayah pesisir. Tentu ini kita sudah melihat semuanya secara langsung di lapangan,” ujarnya.
Menurut Rizal, kondisi fasilitas air bersih di Distrik Amar masih relatif lebih baik dibanding beberapa wilayah lain, meski terdapat sejumlah kerusakan yang perlu segera diperbaiki.
“Distrik Amar syukur masih ada sedikit yang berjalan. Namun ada juga yang sudah rusak, seperti pipa-pipa dan alat-alat yang harus diperbaiki, termasuk membran yang mengubah air payau menjadi air tawar. Membrannya sudah rusak dan itu harus diganti,” ungkapnya setelah melihat dan mendengarkan langsung dilapangan.
Selain perbaikan sarana, Rizal menilai keberadaan tenaga teknis yang mampu mengoperasikan fasilitas air bersih menjadi hal penting agar sistem dapat berjalan baik dan berkelanjutan.

“Nah, ini yang harus diperhatikan. Supaya sistem berjalan baik maka perlu ada pelatihan bagi teknisi untuk mengoperasikan peralatan sehingga fasilitas bisa terjaga,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian insentif atau honor bagi para petugas pengelola air bersih di setiap titik pelayanan.
“Ketika mereka diberikan tanggung jawab, harus ada kesejahteraan atau insentif yang diberikan pemerintah tiap bulan supaya mereka bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Kalau hanya diberi pekerjaan tapi tidak ada kesejahteraan, tentu sulit,” tegasnya.
Rizal menambahkan, kebutuhan biaya pemeliharaan serta pembangunan pagar pengaman lokasi instalasi air bersih juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Hal ini perlu didorong bersama agar masyarakat dapat menikmati manfaatnya. Saya berharap pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya sebatas teori,”ujarnya.
Ia mengatakan, Pansus Air Bersih DPRK Mimika dalam waktu dekat juga akan memanggil dinas teknis terkait guna mencari solusi percepatan penanganan fasilitas air bersih di wilayah pesisir.
“Kami akan panggil dinas teknis supaya bersama-sama mencari jalan keluar. Ini tidak bisa lama-lama karena air bersih adalah kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, bersama anggota Pansus Herman Tangke Pare berharap tenaga teknis pengelola air bersih direkrut dari masyarakat setempat di Distrik Amar.
“Perlu merekrut putra-putra Amar untuk menangani fasilitas ini. Mereka perlu diberikan pelatihan yang baik serta insentif agar bekerja dengan tanggung jawab,” kata Asri.
Mereka juga berharap pemerintah distrik dan masyarakat ikut menjaga aset-aset air bersih yang telah dibangun agar tidak disalahgunakan.
Herman Tangke Pare menjelaskan, di Distrik Amar terdapat dua titik pembangunan tangki air bersih kalau tidak salah, yakni di ibu kota distrik dan di Kampung Muare.
“Ini untuk pelayanan masyarakat sehingga diharapkan ada komunikasi yang baik antara pemerintah distrik, petugas, dan pemerintah kabupaten. Saya kira di Amar ini sedikit lebih baik, tinggal dipoles lagi terutama dari sisi pengelolaannya,” ujarnya.
Senada dengan itu, anggota Pansus Benyamin Sasrira menilai kejelasan insentif bagi petugas lapangan sangat penting agar pelayanan air bersih dapat berjalan optimal.
“Masalah insentif harus jelas untuk para petugas lapangan seperti di Amar sini. Selain itu, tenaga atau petugas minimal lebih dari satu orang,” katanya. Pernyataan tersebut juga senada disampikan Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib dan anggota Elias Rande Ratu.
Dalam kunjungan tersebut didampingi langsung Pemerintah Distrik Amar. (Anis Batalotak)

