MIMIKA,(timikabisnis.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi DIII Kebidanan Mimika, Poltekkes Kemenkes Jayapura, melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil melalui pemanfaatan daun kelor di Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama empat bulan, yakni Mei, Juni, Juli hingga Agustus 2026, tersebut menyasar masyarakat, khususnya ibu hamil di Kampung Naena Muktipura.
Kegiatan ini mengangkat tema *“Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Ibu Hamil dengan Pemanfaatan Daun Kelor di Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah Tahun 2026.”*
Ketua Tim PkM, Yumi Abimulyani, S.ST., M.Keb., M.H.Kes, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu hamil.
Menurut Yumi, anemia pada ibu hamil perlu mendapat perhatian karena pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin.
“Dalam kegiatan ini masih ditemukan ibu hamil dengan anemia. Karena itu, kami melakukan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan anemia, termasuk pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah serta pemanfaatan bahan pangan alam seperti daun kelor,” kata Yumi kepada timikabisnis.com melalui via whatsapp,Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, daun kelor menjadi salah satu bahan pangan lokal yang diperkenalkan kepada masyarakat karena memiliki berbagai kandungan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Berdasarkan berbagai penelitian, kata dia, daun kelor mengandung sejumlah zat gizi, termasuk zat besi dan folat, yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan dapat mendukung peningkatan kadar hemoglobin.
“Daun kelor memiliki bahan aktif dan kandungan zat gizi yang dapat mendukung upaya pencegahan anemia. Karena di Papua, termasuk di Kabupaten Mimika, tanaman kelor cukup mudah ditemukan, maka ini menjadi salah satu potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Yumi menegaskan, pemanfaatan daun kelor dalam kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan tablet tambah darah yang diberikan kepada ibu hamil.
Menurutnya, konsumsi tablet tambah darah tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan anemia pada kehamilan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sementara daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pola konsumsi pangan bergizi.
“Jadi, bukan berarti daun kelor menggantikan tablet tambah darah. Ibu hamil tetap mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Daun kelor dapat menjadi salah satu bahan pangan yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi,” ujarnya.
Melalui penyuluhan tersebut, kata dia, ibu hamil dan masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga asupan gizi, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mengonsumsi tablet tambah darah, serta memanfaatkan sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain itu,ia mengatakan,Kegiatan PkM ini tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan anemia.
Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui edukasi mengenai anemia, faktor risiko, cara pencegahan, serta pengenalan manfaat daun kelor sebagai salah satu sumber pangan bergizi.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil serta memberikan sosialisasi tentang manfaat daun kelor,” kata Yumi.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan karena bahan tersebut relatif mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi bagian dari makanan sehari-hari.
Dengan adanya pengetahuan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya mengetahui pentingnya pencegahan anemia, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan mereka.
Ia mengatakaan,Pelaksanaan kegiatan PkM di Kampung Naena Muktipura mendapat dukungan dari Pustu SP 6 Kampung Naena Muktipura, Puskesmas Limau Asri, dan Pemerintah Kampung Naena Muktipura.
Dukungan lintas pihak tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di tingkat kampung.
Tim PkM dari Program Studi DIII Kebidanan Mimika, Poltekkes Kemenkes Jayapura, terdiri atas tiga orang tenaga dosen dan tiga mahasiswa semester V.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pendidikan keperawatan kebidanan dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan selama empat bulan ini, Tim PkM berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus diterapkan masyarakat, khususnya ibu hamil di Kampung Naena Muktipura.
Pemanfaatan daun kelor diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pemenuhan gizi melalui pangan lokal, tanpa mengabaikan pemeriksaan kehamilan dan anjuran tenaga kesehatan.
Yumi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya mencegah anemia sejak dini.
“Harapan kami, masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan anemia pada ibu hamil dan mampu memanfaatkan potensi pangan lokal seperti daun kelor sebagai bagian dari pola konsumsi bergizi,” pungkasnya.(Anis Batalotak)

