Lurah Otomona Bantah Tudingan Penggelapan 3 Ton Beras Bantuan, Tegaskan Penyaluran Sesuai Mekanisme

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Lurah Otomona, Farida, membantah pemberitaan yang menyebut dirinya bersama seorang pegawai PPPK menggelapkan tiga ton beras bantuan pemerintah. Klarifikasi tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026).

Farida menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurutnya, ia baru mengetahui adanya pemberitaan tersebut setelah menerima tautan berita yang telah beredar di lingkungan pemerintah distrik. Sebelumnya, memang ada wartawan yang sempat menghubunginya melalui pesan singkat untuk meminta konfirmasi. Namun, saat itu ia belum sempat memberikan tanggapan karena sedang mengantar anaknya berobat ke klinik.

“Setelah saya membaca berita itu, saya sangat menyayangkan karena informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Saya merasa perlu memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” ujarnya.

Farida menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan beras di Kelurahan Otomona telah diterapkan sejak tahun 2023 dan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan ketua RT.

Kelurahan terlebih dahulu menyiapkan kupon sesuai jumlah bantuan yang akan disalurkan, kemudian kupon tersebut dibagikan kepada masing-masing RT untuk diteruskan kepada warga yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

“Data penerima kami serahkan kepada RT karena mereka yang paling mengetahui kondisi warganya. Prioritas diberikan kepada warga Kelurahan Otomona yang benar-benar tidak mampu. Jika masih ada warga pendatang yang berdomisili di Otomona dan kondisinya layak menerima bantuan, RT juga dapat mempertimbangkannya,” jelasnya.

Kelurahan Otomona sendiri memiliki sebanyak 2.864 kepala keluarga yang tersebar di sembilan RT. Menurut Farida, pendataan penerima bantuan tidak lagi mengacu pada data lama karena telah ditemukan sejumlah perubahan kondisi di lapangan.

Beberapa penerima sebelumnya diketahui telah meninggal dunia, berpindah domisili, maupun mengalami peningkatan kondisi ekonomi sehingga dinilai tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Karena itu, kata Farida, pendataan kembali dilakukan melalui masing-masing RT agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.

Berdasarkan data kelurahan, jumlah bantuan beras yang diterima mencapai 1.806 karung. Dari jumlah tersebut, pihak kelurahan telah menyiapkan sekitar 1.050 kupon untuk proses penyaluran. Hingga saat ini distribusi masih terus berlangsung dan masih terdapat puluhan kupon yang belum dibagikan kepada warga penerima.

Farida menegaskan bahwa seluruh beras yang keluar dari gudang disalurkan berdasarkan kupon yang telah diterbitkan. Ia membantah tudingan adanya tiga ton beras yang hilang atau diselewengkan.

“Tidak benar jika disebut ada 3 ton beras yang dihilangkan. Beras disalurkan sesuai kupon dan mekanisme yang berlaku. Selama saya menjabat sebagai Kepala Kelurahan Otomona, tidak pernah ada masyarakat yang mengeluhkan tidak menerima beras karena penyaluran dilakukan secara terbuka melalui RT,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang telah beredar di masyarakat. Farida juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan konfirmasi dan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak tertentu. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *