Kunker Komisi I ke Distrik Mimika Timur Jauh, Terima Aspirasi Air Bersih hingga Rumah Layak Huni

TIMIKA (timikabisnis) – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja resmi ke Kampung Fanamo dan Omawita di Distrik Mimika Timur Jauh, Kamis (10/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan pembangunan, mendengar aspirasi masyarakat, serta mengevaluasi kinerja pemerintah daerah di wilayah yang terletak di bagian timur Kabupaten Mimika tersebut.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, didampingi oleh wakil ketua komisi Daud Bunga, Sekretaris Anton Pali’ SH, anggota komisi Iwan Anwar, SH, Matius uwe Yanengga, Frederikus Kemaku, Anton Alom, Agustinus Murib dan ibu Ester Rika Agustina Komber.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Sekretaris Distrik Mimika Timur Jauh, Palilu Tangke, ST beserta kepala kampung, perangkat kampung, serta warga setempat di Balai Kampung setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar Mimika.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala masyarakat di Mimika Timur Jauh,  Tugas kami adalah menjembatani aspirasi ini menjadi kebijakan dan alokasi anggaran yang tepat,” ujar Alfian.

 

Ada empat usulan yang dikemukakan Kepala kampung Fanamo, Valentinus Mitoro, kepada komisi I, diantaranya Air bersih yang belum tersalurkan, perumahan sehat layak huni, perhatian pemerintah terhadap pola yayasan, serta kewajiban AMDAL PTFI terhadap akses air yang menyebabkan pendangkalan sungai.

“Dari tahun 2024 pembangunan sarana air bersih belum tuntas, sampai sekarang airnya tidak pernah mengalir dan dinikmati warga. Tower masih ada namun tidak berfungsi. Kami berharap perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta seperti YPPK. Kenapa sekolah negeri diperhatikan, sedangkan yayasan tidak diperhatikan” ujarnya.

Lebih lanjut Valentinus mengeluhkan Masalah perumahan, dulu ada dana eme neme, setelah itu tidak ada lagi pembangunan rumah masyarakat. Dana desa mau bangun tapi anggaran terbatas. Satu rumah bisa dihuni  3-4 kepala keluarga. Katanya.

Kemudian masalah AMDAL PTFI yang tidak dijalankan oleh Freeport, masyarakat berharap PTFI bisa melakukan pengerukan sungai yang sudah dangkal.

Anggota komisi I Anton Alom mengkritisi ketidakhadiran Kadistrik Miktim Jauh yang seharusnya hadir untuk memaparkan persoalan disini. Anton juga menyoroti masalah kondisi kampung Fanamo, yang seharusnya mendapat perhatian dari PT Freeport karena berada diwilayah terdampak pembuangan tailing Freeport.

Salah seorang warga Fanamo, Velerius karaou, mengusulkan pembangunan SMA di kampung tersebut agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menanggapi aspirasi warga, wakil ketua komisi, Daud Bunga menyarankan agar komunikasi antara Kadistrik dengan DPRK lebih intens agar persoalan yang ada di Distrik bisa disampaikan kepada DPRK khususnya Komisi I.

Anggota komisi I, Frederikus kemaku, menyarankan sinkronisasi program, agar tidak ada usulan yang sama. Selain itu Ia juga menegaskan bahwa kedatangan dewan untuk menyerap aspirasi, untuk realisasinya bisa dilaksanakan tahun depan. ” Tahun ini kami datang tampung aspirasi, usulan tersebut diteruskan ke Pemerintah, setelah itu bila disetujui akan dianggarkan pelaksanaannya tahun depan” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Distrik Mimika Timur Jauh, Palilu Tangke, ST menyampaikan terima kasih atas kunjungan DPRK Mimika. Ia berharap kunjungan ini dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Khusus masalah air bersih Sekdis mengusulkan pengadaan Profil Tank di setiap RT plus dengan MCK karena menurutnya persoalan air bersih bisa diatasi dengan cara yang lebih murah dan efesien dari pengeboran air.

“Selama ini kami berusaha memaksimalkan apa yang ada, apa yang sudah diusulkan oleh aparat kampung tadi menjadi prioritas Distrik, namun dukungan dari pemerintah pusat kabupaten sangat kami butuhkan. Harapan kami, pemerintah bisa memberikan perhatian atas masalah air bersih dan perumahan layak huni bagi masyarakat Distrik Mimika Timur jauh”, ujarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh warga kampung omawita menurutnya hal mendasar yang dibutuhkan masyarakat yaitu Air bersih, perumahan layak huni, maupun pemekaran kampung.

Menutup kunjungan, Ketua Komisi I DPRK Mimika berjanji akan menindaklanjuti seluruh masukan yang diterima. Ia juga meminta data dari Distrik sebagai pegangan untuk diajukan kepada pemerintah.

Kunjungan kerja ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat, diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako  kepada warga. (don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *