MIMIKA,(timikabisnis.com) -Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika – Papua Tengah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Timika,Rabu (16/7/2025).
Kunjungan Komisi III tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, SE didampingi Wakil Ketua Komisi, Adolf Omaleng, Sekretaris Komisi, Herman Tangke Pare, ST dan anggota komisi lainnya, Yan Pieterson Laly, ST, Rampeani Rachman, S.Pd, Elias Mirip, SE, dan Fredewina Matirani.
Kehadiran rombongan Komisi III di SMA Negeri 7 Timika yang berada di Jalan Yosudarso Distrik Wania, diterima langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek), Boni Silaban.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III DPRK Mimika menegaskan agar kualitas dan kuantitas sekolah harus berjalan seimbang.
Diketahui bahwa, SMA Negeri 7 Timika ini baru berdiri kurang lebih 2 tahun lamanya.
Herman Gafur selaku ketua komisi III DPRK Mimika usai melakukan kunjungan dengan tegas mengatakan, SMA Negeri 7 harus memperhatikan kualitas dan kuantitas.
“SMA Negeri 7 ini, seperti infrastruktur pendidikan, pengolaan pendidikan betul betul itu harus kita duduk sama sama agar kebijakan pendidikan itu harus betul betul bersumber dari kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Sekolah inikan baru 2 tahun berdiri, artinya regulasi yang ada memungkinkan untuk mengurangi semua persoalan pendidikan,”sebutnya.
Selain itu, Ia juga mengapresiasi sistem penerimaan siswa baru di SMA Negeri 7 yang mana telah berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbub) Mimika nomor 28 tahun 2025 Tentang Petunjuk teknis sistem penerimaan murid baru.
Hal ini, menurutnya tentu sangat baik sehingga bisa mengurangi animo masyarakat agar tidak tersentra pada sekolah sekolah tertentu saja.
“Hal ini tentu harus dikawal dan evaluasi bersama supaya pendidikan ini betul betul kita dorong dengan pendekatan yang sama seperti kualitas pendidikan,tenaga pendidik, dan lainnya harus sama, sehingga animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di setiap sekolah itu sama, ini yang akan terus kita perjuangkan,”ujarnya.
Selanjutnya fasilitas penunjang ekstra kulikuler juga perlu di dorong, supaya semua sekolah ini terlihat sama.(Redaksi)

