Pertemuan antara Komisi A DPRD Mimika dengan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Alfrida Palullungan dan staff dalam kegiatba kunker, Jumat (16/4)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dari hasil Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah , Pada Jumat (16/4), Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika berharap agar Rumah Baca dan perpustakaan harus sampai ke seluruh kampung yang ada di kabupaten Mimika.
“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah ini adalah merupakan salah satu OPD yang sangat penting untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yaitu menciptakan Mimika Cerdas, karena dinas ini adalah rumah pintarnya masyarakat. Dimaklumi untuk dua tahun ini walau anggarannya sangat kecil, namun diaharpkan kedepan program tentang rumah baca dan perpustakaan itu harus sampi di semua kampung kampung,”kata pinta Ketua Komisi A, Daud Bunga,SH dihadapan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kerasipan daerah Alfrida Palullungan bersama sejumlah kabid dan Kasie saat tatap muka dalam kunjungan kerja Komisi A, Jumat (16/4).
Menurut Daud, dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah merupakan dinas yang sangat penting namun masih banyak yang belum tahu dimana kantornya, bahkan sebagian dewan juga sulit mencari kantor karena masih sewa.
“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini seperti belum terkenal, padahal tupoksinya sangat penting menyangkut program peningkatan SDM dan penataan arsip. Bahkan dinas ini yang menyimpan seluruh arsip dan rahasia kabupaten, sehingga harus mendapatkan perhatian,”katanya.
Kata Daud, maju dan berkembangnya sebuah OPD tergantung dari pimpinannya.
“Kalau pimpinannanya kreatif dan inovatif maka sekecil apapun anggarannya dapat menjalankan programnya, anggarannya besar tapi kalau tidak kreatif sama saja. Dinas ini harus punya kantor yang representatif dan mempunyai gudang untukm menyimpan arsip arsip daerah, harus tetap diusulkan untuk pengadaan kantor baru kalau memang kantor yang sudah dibangun dulu kini menjadi masalah. Coba aja nanti pimpinan usulkan, kami dewan akan memperjuangkan bila hal itu menjadi urgent,”tuturnya.
Anggota Komisi A lainnya, H. Iwan Anwar, SH, MH mengakui awalnya juga bingung kantor Perpustakaan itu dimana, karena tidak ada plan nama, saya kira ini haarus menjadi atensi. Sebab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini adalah salah satu OPD yang vital di lingkup Pemkab Mimika.
“Perpustakaan dan Kearsipan ini sangat vital, karena OPD inilah kita bisa mendapatkan tentang sejarah perjalanan berdirinya kabupaten Mimika. Karena untuk mengetahui dan mempelajari sejarah Mimika kalau tidak datang ke Perpustakaan dan Kearsipan mana kita bisa tahu, karena itu kita harus mampu merangsang anak anak dengan berbagai program inovatif sehingga mereka bisa selalu datang untuk membaca sejarah dan buku buku,”tegas H.Iwan Anwar.
Sebab kata H. Iwan, saat ini dunia semakin maju dan modern, kalau kita tidak inovatif dan menyesuaikan dengan perkembangan maka kita akan ketinggalan.
“Siapa yang menguasai informasi dia akan menguasai dunia, dan untuk mengetahui dan memperlanari sejarah Mimika kalau tidak datang maka generasi muda mendatang tidak akan perna tahu. Tantangan Dinas perpustakaan dan Kerasipan adalah technology, perlu dikolaborasi sehingga keduanya bisa berjalan,”katanya.
Demi menjaga dan mengamankan seluruh arsip arsip daerah, harus mempunyai kantor yang permanen dan tidak sewa seperti saat ini. Karena dinas ini sangat penting karena menyimpan berbagai dokumen dan rahasia daerah sehingga harus tempat penyimpanannya juga harus aman dan dampak dampak buruknya juga harus diperhitungkan.
“Perpustakaan dan Kearsipan ini adalah dinas yang sangat penting, kita bicara buruknya saja. Bagaimana kalau terjadi kebakaran, siapa yang mau bertangungjawab tentang seluruh arsip arsip penting yang dimiliki kabupaten Mimika. Saya sangat prihatin kalau kantor hanya kontrak, sebab biasanya kalau kontrak terkesan tidak mau merawat, tapi kalau milik sendiri pasti kita raawat. Karena itu, sudah harus ada kantor sendiri sehingga semua arsip daerah tersimpan rapi dan aman,”keluhnya.
Iwan menyarankan agar dinas Perpustakaan dan Kerasipan bisa melakukan terobosan dan mengusulkan program yang inovatif bersama dengan OPD lainnya sehingga sejarah terbentunya kabupaten Mimika ini jelas.
“Kami mau tanyakan, apakah data data sejarah berdirinya kabupaten Mimika, mulai dari sejarah adanya Kokonao hingga kabupaten Mimika terbentuk semuanya ada disini dan masih tersimpan rapih. Karena sewaktu waktu dibutuhkan datanya ada. Ini harus bisa dipastikan bahwa arsip yang menyangkut data serta sejarah itu harus benar benar aman,”pintanya.
Untuk mendirikan rumah baca di setiap kampung kampung pelru juga disentuh dengan dunia technology yaitu dengan menyiapkan fasilitas internet, sehingga pengetahuan tidak saja dengan membaca buka tetapi informasi terbaru perlu diketahui melalui akses internet.

Sementara anggota Komisi A lainnya dari PDI Perjuangan, Thobias Maturbongs menyayangkan minimnya anak anak dari Kamoro yang menjadi ASN dan bahkan tenaga honorer sama sekali tidak ada.
“Bagaimana mau mendirikan rumah baca atau perpustakaan di kampung kampung kalau tidak ada pegawai dari kampung yang akan didirikan rumah rumah baca maupun perpustakaan. Karena dengan adanya anak anak asli dari Suku Kamoro yang ada di pesisir , mereka akan betah bertugas disana. Kedepan kalau bisa harus rekrut anak anak dari suku kamoro,”pinta Thobias.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Alfrida Palulungan, SE, M.si menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinas sedang berduka dan sedang tidak berada di Timika.
“Untuk saat ini kami masih menyewa kantor karena kantor kami yang baru dibangun masih bermasalah hukum soal kepemilikan, sehingga kami masi menempati ruko untuk menjadikan kantor kami sementara. Dan untuk tahun 20201 dan tahun 2021 dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendapatkan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih, sehingga kami tak punya kegiatan dan hanya operasional rutin saja,”jelasnya.
Karena itu, pihaknya meminta agar Komisi A dapat memperjuangkan agar kedepan dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendapatkan angar yang memadai sehingga seluruh program yang kami rencana bisa terlaksana.
“Mohon untuk anggaran kami dapat diperjuangkan di tahun mendatang, sehingga program prioritas berupa pembangunan perpustakaan atau rubah baca di kampung kampung bisa terealisasi,”pintaya.
Anggoata DPRD Mimika dari Komisi A, selain Ketua nya Daud Bunga,SH, juga hadir , H. Iwan Anwar,SH,MH, Mariunus Tandiseno,S.Sos, Yustina Timang, SE, Miller Kogoya,S.So dan Thobias Maturbongs. (opa)
