MIMIKA,(timikabisnis.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika – Papua Tengah mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk menjembatani lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan para Pelaku usaha yang berinvestasi di Mimika aagar bisa mendapatkan pekerjaan.
Pemerintah harus meninjau pembekalan lulusan yang diterapkan di sekolah-sekolah kejuruan di Kabupaten Mimika, sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja dan menjadi lulusan yang dilirik oleh perusahaan.
Hal itu tercermin, Ketika Komisi III DPRK Mimika saat mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mimika di Distrik Kuala Kencana, pada kegitan pengawasan DPRK Mimika, Selasa (22/7/2025).
Pada kegitaan pengawasan tersebut, Rombongan Komisi III DPRK Mimika dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Herman Gafur, SE, didampingi Wakil Ketua Komisi,Adolf Omaleng, Sekretaris Komisi, Herman Tangke Pare, ST dan anggota komisi lainnya, Yan Pieterson Laly, ST, Elias Mirip, SE, Dominggus Kapiyau, dan Fredewina Matirani. Kehadiran Komisi III disambut langsung oleh Wakasek Kesiswaan, Marthen Tato, didampingi Wakasek Kurikulum, Joni M bersama dewan guru lainnya.

Wakasek Kesiswaan, Marthen Tato, didampingi Wakasek Kurikulum, Joni M menyampaikan banyak terima kasih karena barusan pertama kali melihat ada perhatian dalam bentuk kunjungan kunjungan resmi seperti ini.
“Ini adalah kerinduan yang kami nanti nantikan. Dengan kehadiran ini tentu kami sampaikan banyak terima kasih. Pada kunjungan tadi, kami dari pihak sekolah menyampaikan beberapa aspirasi yang sekiranya demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di SMK Negeri 1,’ungkapnya.
Dikatakan Wakasek Kesiswaan SMK Negeri 1, Marthen Tato bahwa hampir semua perlatan peralatan di bengkel masih konvesional, Sedangkan tuntuan teknologi sekarang paling tidak perkembangan harus di upgrade sehingga Siswa/i agar dapat mengikuti perkembangan dalam menuntun ilmu.

“Semoga dengan adanya kunjungan ini. Semua jurusan yang ada bisa mendapat perhatian,terutama bantuan untuk melengkapi kekurangan perlatan yang dibutuhkan di setiap program keahlian yang ada, termasuk perangkat komputer,” sebutnya.
Dikatakan Marthen Tato selaku Wakasek Kesiswaan bahwa jumlah kesiswaan secara keseluruhan dari kelas X sampai kelas XII berjumlah 1.108 siswa.
Sementara jumlah jurusan di SMK Negeri 1 Mimika, Kata Marthen Tato ada 8 jurusan, diantaranya adalah,
Program keahlian Teknik Alat Berat, Teknik Kendaraan Ringan (otomotif), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Bangunan ada dua yakni, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) atau dikenal dengan gambar), Teknik Kontruksi dan Properti (TKP), Teknik Komputer dan Jaringan Telekomunikasi (TKJ), Teknik Otomasi Industri, Teknik Audio Video, dan Teknik Penglasan.
Ia juga menambahkan, SMK Negeri 1 membutuhkan pagar pengamanan sekolah, serta penambahan alat transportasi untuk siswa/i yang tinggal jauh dari sekolah.
“Saat ini ada 2 unit bus yang biasa stay untuk mengangkut siswa/ i, namun itu masih kurang, sehingga perlu penambahan lagi, minimal 2 bus lagi,” ‘ungkapnya dengan penuh harap.
Setelah mendengarkan pemamparan dan melihat kondisi SMK Negeri 1, Rombongan komisi III DPRK Mimika memberikan apresiasi.
Ketua Komisi III, Herman Gafur mengatakan, Kunjungan ini merupakan kegiatan pengawasan komisi III sebagai mitra dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, yang mana SMK Negeri 1 sebagai salahsatu lokus.
Dikatakan Herman Gafur, SMK Negeri 1 ini sesungguhnya adalah salah satu sekolah kejuruan pertama di Kabupaten Mimika, tentunya perlu ada sentuhan dari pemerintah.
Pihaknya merasa bersyukur kata Herman bahwa komisi III mendapatkan apresiasi dan penerimaan sangat luar biasa sebagai Mitra kerja.
“Banyak aspirasi yang disampaikan oleh unsur pimpinan SMK Negeri 1 beserta dewan guru, diantaranya tentang infrastruktur pendukung.
Saranana dan prasarana praktek. Dan yang lebih penting adalah akses ke perusahaan perusahaan yang menjadi mitra, sehingga adik adik yang lulusan dari SMK ini bisa diterima di perusahaan perusahaan.
“Ini menjadi PR buat kita dan Pemkab Mimika melalui Disnakertrans agar bagaimana melakukan satu intervensi supaya perusahaan perusahaan yang berinvestasi di Mimika dapat mengutamakan tenaga kerja dari Mimika,”ujarnya senada dengan Anggota Komisi III lainnya.
Menurut Komisi III, Kata Herman, Sekolah ini sangat luar biasa sekali,terlepas dari kekurangan yang ada tapi kita berikan apresiasi walaupun banyak hal yang perlu dibenahi, diantaranya sarana prasarana praktek harus dilengkapi sesuai kebutuhan yang ada.
“Oleh karena itu, pada pembahasan APBD induk 2026 perlu ada kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar kebutuhan sesungguhnya dari sekolah jadi perhatian dan dapat dijawab,” pungkasnya. (Redaksi)

