Komisi B DPRD Mimika Tinjau Sentra Pengolahan Kopi Bantaeng

Bantaeng (timikabisnis) – Komisi B DPRD Kabupaten Mimika melanjutkan studi banding hari kedua di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, dengan meninjau Sentra pengolahan kopi yang terletak di Kelurahan Banyorang, Kabupaten Bantaeng,  Kamis (17/6).

Kesempatan tersebut dewan diperlihatkan proses roasting (memasak kopi sampai mengeluarkan aroma khas)

“Untuk proses roasting produksi perhari minimal 10 Kg, disesuaikan dengan jumlah pesanan, termasuk juga untuk penggilingan, ada yang suka giling halus ada yang suka kasar, ” kata Joni, petugas roasting.

Selain roasting, sentra pengolahan kopi, ada juga pelatihan untuk bharista, di kesempatan tersebut, dewan sempat mencicipi kopi racikan dari barista, ada bermacam racikan yang dihasilkan diantaranya Wine coffee. Untuk menghasilkan Wine coffe prosesnya dilakukan Permentasi Fullwash rendaman selama 1-1,5 bulan menjadikan rasa yang lembut.

Ada juga produk turunan yang dikelola Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sentra pengolahan tersebut, seperti sabun, body butter, dan souvenir pengharum mobil aroma kopi.

Foto bersama dengan Kadis Pertanian Bantaeng Ir. Budi Taufiq

Kepala Dinas pertanian Ir. Budi Taufiq menjelaskan melalui sentra pengolahan kopi banyorang ini masyarakat jadi terbantu dalam hal pemasaran, intinya ada peningkatan ekonomi masyarakat, kata Budi.

Berbagai merek kopi produk IKM yang dihasilkan sentra pengolahan Kopi diantaranya Garumbang, Turaya,  Bhontaink Coffee dan Tompo kopi. Masing-masing dengan citarasa berbeda.

Wakil Ketua Komisi B Herman Gafur saat diwawancara wartawan mengatakan, bahwa Kabupaten Bantaeng bisa maksimalkan sejumlah sektor unggulan, seperti sektor pertanian mampu berkontribusi 30 sampai 40 pesen dari PAD Bantseng, Herman berharap DPRD dan pemda harus mampu bersinergi untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka pembangunan Kabupaten Mimika. Karena tanpa kesadaran dan peran serta masyarakat, apapun yang kita rencanakan tidak akan berhasil, katanya.

Mendapat penjelasan pembuatan kopi bubuk.

Untuk di Timika ada beberapa wilayah yang baik untuk pengembangan kopi, seperti Agimuga dan saya lihat topografi gunung dan pantai di Bantaeng hampir sama dengan Mimika, hanya kita di nina bobokan sektor pertambangan tanpa berfikir pasca tambang ini apa yang bisa kita lakukan.

“Saya berharap bupati Mimika melalui instansi teknis harus bisa melihat potensi-potensi ini, supaya nanti pemerintah bisa hadir melalui pendampingan, kalau perlu perbanyak penyuluh pertanian supaya masyarakat betul-betul dilibatkan, paling tidak masyarakat yang awalnya otodidak mereka bisa memahami bahwa sesungguhnya pertanian ini sesuatu yang bisa meningkatkan PAD kita” kata Herman. (don)

Administrator Timika Bisnis