Timika (timikabisnis) – Komisi B DPRD Mimika melakukan kunjungan kerja ke lokasi penyimpanan konsentrat PT Freeport Indonesia yang terletak di Portsite, Pomako, Distrik Mimika Timur, Senin (5/6/2023).
Turut dalam kunjungan tersebut Kepala bidang meteorologi dan perlindungan konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Suharso, serta perwakilan dari kantor Bea cukai.
Rombongan diterima oleh Departemen Dewatering Plant & Pipeline (DWP) PTFI, yang menangani alur produksi, pengapalan dan merupakan lokasi penyimpanan konsentrat serta mendengarkan presentasi operation overwiew dari tim DWP.
Pada kesempatan tersebut komisi B mendapat penjelasan singkat tentang alur pipa penyaluran konsentrat dari tambang, sampai ke portsite.
Dalam presentasinya, tim DWP mengatakan konsentrat yang sampai ke portsite akan dikeringkan dengan 3 unit rotary vacuum disc filter dan satu unit filter pressure yang baru.
Konsentrat yang mengeras (cake) dari rotary vacuum disc filter selanjutnya dikeringkan dengan 3 buah pembakar rotary kiln. Konsentrat kering dengan kandungan air sekitar 9% disimpan di dalam gudang konsentrat, setelah itu baru dilakukan pengapalan.
Ketua komisi B, M.Nurman Karupukaro menjelaskan maksud kunjungan kerja yang dilakukan terkait pengawasan beberapa hal.
“ Kehadiran PT.Freeport banyak memberikan hasil positif bagi kabupaten Mimika, APBD naik luar biasa dari produksi PTFI, tahun ini dari laporan Dispenda, pajak dari PTFI menghasilkan 1,6 Triliun, belum lagi kontrak bagi hasil dari saham 10 persen, tahun ini pemda Mimika menerima dana bagi hasil kurang lebih 3 Trilun” kata Nurman.

Nurman juga mengapresiasi pemerintah pusat yang sudah berusaha mendapatkan 51 persen saham PTFI, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh Kabupaten Mimika.
“Satu hal yang positif, PTFI sudah mengijinkan untuk pendampingan dari pemerintah daerah, dulu kita susah sekali mendapatkan akses ke PTFI, sekarang Disperindag sudah masuk dengan menempatkan alat tera, kita mau cek alat tera, dengan adanya pengawasan kami berharap aset ini tidak diganggu. Tahun ini APBD meningkat hampir 3 triliun dan tahun 2024 diprediksi APBD Kabupaten Mimika berkisar 7-8 triliun”.
Senior Manager DWP operation & Pipeline Maintenance PTFI, Rai Leimena, mengapresiasi kedatangan komisi B. “Kedatangan pemerintah dalam hal ini DPRD dan Disperindag membawa pengetahuan baru bagi kami, bahwa dari operasi kami memberikan impact yang luas bagi pemerintah daerah” katanya.
Lebih lanjut Rai mengatakan dari sisi PTFI, kami berusaha mencapai produksi 328 ribu ton pertahun atau 10 ribu ton sehari. Harapan kita tidak ada kendala produksi sehingga bisa terus melakukan pengapalan.
Usai presentasi, rombongan komisi B DPRD Mimika kemudian dibawa melihat alat tera yang di pasang oleh Disperindag, serta mengunjungi gudang penyimpanan konsentrat. (don)

