MIMIKA, (timikabisnis.com)- Kerukunan Keluarga Madura (KKM) di Timika mengadakan pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dirangkai dengan peresmian Masjid Syachona Cholil serta pelantikan pengurus baru periode 2025-2029, di Jalan Arena Lama Kelurahan Kamoro Jaya Distrik Wania, Jumat (19/9/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Pj Sekda Mimika, Abraham Kateyau, Unsur Forkopimda, Ketua MUI Mimika, KH. Muhammad Amin, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, beserta para jemaah dan tamu undangan lainnya.
Acara dibuka dengan shalawatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, peresmian gedung dan pelantikan pengurus baru periode 2025-2029.
Ketua panitia sekaligus Ketua KKB yang terpilih periode 2025-2029, Nur Irfan mengungkapkan rasa terimakasih yang mendalam atas dukungan dan kerja keras semua pihak terkhusus masyarakat Madura dalam memberikan sumbangsih baik fisik maupun non fisik demi terwujudnya pembangunan Masjid Syachona Cholil ini.
Banyak tantangan yang dihadapi. Namun kerena keuletan, kekompakkan dan dukungan masyarakat KKM akhirnya pada tahun 2022 terjadilah peletakan batu pertama hingga hari ini boleh berdiri dan bisa diresmikan.
Dikatakannya lebih lanjut, membangun itu gampang namun bagaimana caranya untuk memakmurkan masjid itu yang sulit. Menurutnya membangun rumah ibadah tanpa dimakmurkan adalah hal yang sia-sia.
Olehnya, dirinya pun berharap agar para pengurus baru yang baru dilantik dapat berkolaborasi dalam memakmurkan masjid serta menjaga toleransi antar umat beragama lainnya.
” Masjid ini adalah rumah masyarakat Madura pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Mari makmurkan masjid ini agar kebaikan dapat menyebar kepada semua masyarakat yang ada di tanah Mimika,” ucap Cak Nur sapaan akrabnya kepada Timika Bisnis.com
Senada juga disampaikan Ketua MUI Timika, KH. Muhammad Amin yang memberikan apresiasi dan dukungan kepada masyarakat Madura yang ada di Timika atas kerja keras dan perjuangannya sehingga masjid ini boleh diresmikan hari ini.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena KKM telah mengabadikan tokoh NU lewat Masjid yang dibangun ini.
” Belum ada masjid di timika yang mengabadikan tokohnya kecuali orang Madura, itu tandanya orang Madura cinta ulama,” ungkapnya.
Ia pun berpesan agar, semua orang Madura yang ada di Timika jangan lari dari mashab, kebiasaan, tetapi hendaknya mengambil berkah dari tokoh tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan bahwa masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan generasi muda, penguatan ukhuwah Islamiyyah dan tempat bermusyawarah dalam kebaikan.
Berdirinya masjid Syachona Cholil merupakan anugerah dan kebanggaan bagi kita semua.
” Dengan demikian hendaknya kita bersama-sama menjaga, merawat dan memakmurkan masjid ini agar tidak hanya indah dari fisiknya tetapi juga hidup dengan shalat berjamaah, kajian keilmuan, pendidikan anak-anak serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” ucap Emanuel.
Di saat yang bersamaan juga, lanjutnya, masyarakat muslim terkhusus KKM memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan ini sebagai makna untuk merenungi kembali ajaran dan teladan Nabi Muhammad yang penuh kasih sayang, jujur, adil dan bijaksana.
” Atas nama pemerintah daerah kabupaten Mimika, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia dan semua pihak yang terlibat dalam sumbangsihnya terhadap pembangunan masjid ini,” ujarnya.
Maka dari itu mari kita jadikan momentum ini untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat maupun dalam pengabdian kita kepada bangsa dan negara.
” Semoga masjid ini membawa keberkahan, menjadi pusat syiar Islam serta melahirkan generasi Qur’ani yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

