Kapolda Papua dan Kapolres Mimika Pimpin Penggerebakan Penyulingan Milo

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw dan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK memimpin langsung penggerebekan lokasi  yang selama in menjadi tempat penyulingan (pembuatan) Minuman Lokal (Milo) di Kampung Kaugapau, Distrik Mimika, Timur, kabupaten Mimika, Papua, pada Minggu (21/6)./ Foto : Istimewa

TIMIKA,(timikabisnis.com) – Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw dan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK memimpin langsung penggerebekan lokasi  yang selama in menjadi tempat penyulingan (pembuatan) Minuman Lokal (Milo) di Kampung Kaugapau, Distrik Mimika, Timur, kabupaten Mimika, Papua, pada Minggu (21/6).

Dari hasil penggerebekan dilokasi penyulingan, didapatkan sejumlah barang bukti. Beberapa Barang Bukti (BB) yang diamankan seperti alat penyulingan berupa pipa, 8 buah drum, skop, tali tambang, 20 buah jarigen ukuran 5 liter, 10 dan 20 liter.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, menegaskan dari hasil keterangan, pelaku mengakui cara pembuatan milo cukup ruwet, namun hasilnya sangat menjanjikan.

“Karena harga jualnya sekarang satu botol aqua dikampung itu harganya Rp50 ribu. Tapi kalau harga dikota bisa dua kali lipat bahkan lebih apalgi yang ukuran besar seperti 5 liter dan lain sebagainya itu jumlahnya bisa 10 kali lipat,”ungkapnya

Dengan adanya hal seperti ini, Kapolda berharap kepada Kapolres bersama jajarannya dan perangkat desa harus serius menanganinya.

“Memang hari-hari sering terjadi kekacauan itu akibat dari minuman lokal ini,bukan minuman pabrik,” kata Kapolda.

Diterangkan Kapolda, miras itu ada dua sumber ,yang pertama itu adalah miras pabrikan yang mana memang dibuat dibeberapa wilayah lain dan sudah ada ijinnya dan ketentuannya, seperti ada distributor, sub distributor, pengecer dan lain sebagianya.

“Tapi miras yang non pabrikan ini memang sedikit sulit untuk kita tangani, karena prosesnya didalam hutan sehingga jauh. Milo ini tidak ada tagar alkohol dan etanolnya, dan ini membahayakan karena rata rata etanol diatas 45 persen dan ini tanpa kendali. Kalau minuman keras golongan C itu sampai 45 persen,”terang Kapolda.

Seorang pelaku pembuat minuman keras lokal (milo) yang berhasil diamankan berinisial MW (28), mengakui dalam sehari melakukan penyulingan milo mendapatkan 20 liter. Dan dari 20 liter tersebut, dalam sehari MW memasarkan dengan meraup untung sebesar Rp2 juta.

Dari keterangan MW yang baru enam bulan berada di Timika, bahwa pabrik yang dijadikan tempat penyulingan berada didalam hutan yang berlokasi di Mapurujaya, Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur.

Menurut Kapolda, apabila orang mengkonsumsi milo yang proses pembuatannya tidak sehat dan memiliki tidak memiliki tagar alkihol akan mengakibatkan buta bahkan mati.

“Ini persoalan sosial dan ingat bahwa inilah yang disebut penyakit masyarakat yang sering terjadi. Penyakit masyarakat itu ada lima namanya ‘molimo’ atau 5 M, yakni mabok,minum, madat, madon dan main. Lima faktor ini perlu ditangani serius,” kata Kapolda.

Sementara Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK penggerebekan dan pemusnahan pabrik milo ini adalah salah satu bentuk menyikapi terjadinya kasus kriminal dalam sebulan yang dipicu akibat dari milo.

“Karena satu bulan terakhir ini rata-rata ada 10 kasus, dimana banyak terjadi penikaman bahkan menyebabkan orang meninggal dunia. Seperti tadi pagi juga ada orang tergeletak di pondok, disitu ada miras lokal dan korbannya terkena luka tusuk,”kata Era.

Kata Kapolres bahwa terkait penegakan hukum terhadap penjualan minuman keras lokal ini sudah berulang kali dilakukan dan diproses hukum, namun masih saja ada yang melakukannya.  (opa)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *