MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Ajakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Mimika, Gat Tebay, dalam momentum peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap 16 Oktober.
Gat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur pemanfaatan pangan lokal. Kebijakan tersebut diperkuat dengan surat edaran bupati yang mendorong masyarakat membiasakan diri mengonsumsi bahan pangan yang tersedia di daerah.
Menurutnya, upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam berbagai komoditas pangan lokal.
Ia mengatakan,Tanaman seperti umbi-umbian, jagung, petatas, keladi, dan aneka sayuran dapat menjadi alternatif sumber pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap beras.
“Pekarangan warga yang masih kosong coba dimanfaatkan untuk menanam pangan lokal. Jadi, sewaktu-waktu beras sulit diperoleh, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan mengonsumsi hasil tanaman sendiri,” ujar Gat saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).
Ia mengakui, salah satu tantangan dalam pengembangan pangan lokal adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini lebih bergantung pada beras sebagai makanan pokok.
Meski demikian, menurut Gat, minat masyarakat terhadap pangan lokal mulai terlihat. Hal ini terutama tampak pada masyarakat berusia di atas 50 tahun yang mengunjungi kios pangan untuk mendapatkan bahan makanan sesuai kebutuhan mereka.
Sebagian masyarakat memilih pangan lokal sebagai alternatif makanan, termasuk mereka yang memperhatikan kondisi kesehatan, seperti kadar gula darah dan kolesterol.
Selain mendorong konsumsi pangan lokal di tingkat rumah tangga, DKP Mimika juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membiasakan penggunaan pangan lokal dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
Ubi, jagung, dan keladi diharapkan dapat menjadi pilihan konsumsi untuk menggantikan sebagian sajian berbahan dasar beras.
Di sisi lain, DKP Mimika turut mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan bahan pangan bagi 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui kios pangan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi pangan lokal sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Gat berharap, peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengembangkan pangan lokal agar memiliki nilai tambah serta mampu menjadi produk unggulan Kabupaten Mimika.
“Sebagai kepala dinas, saya mengajak masyarakat untuk menyukai dan mengembangkan pangan lokal menjadi produk-produk yang bisa kita nikmati dan menjadi unggulan Kabupaten Mimika. Ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah,” tandasnya.(Liddya Bahy)

