Timika (timikabisnis) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, H Iwan Anwar, mengunjungi lokasi kebakaran di Pasar Sentral, Jumat (27/10/2023).
Iwan Anwar juga meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika untuk segera membangun lapak yang terbakar.
“Kebakaran di pasar ini mengorbankan enam lapak, bangunan ini dibangun Pemda dan semua yang ada di sini adalah orang yang membayar retribusi. Saya selaku anggota DPRD meminta kepada Dinas terkait untuk segera mengupayakan dibangun kembali tempat mereka ini, karena rata dengan tanah” kata H Iwan Anwar.
Legislator asal Partai Golkar ini juga meminta agar keamanan dilingkungan Pasar Sentral diperketat hal ini penting guna mencegah hal hal yang tak diinginkan.
“Lingkungan pasar ini agar diperhatikan keamanannya, bila perlu security pasar ditingkatkan patrolinya. Karena sampai saat ini kita belum tahu sumber apinya dari mana apakah memang ada unsur kesengajaan atau unsur-unsur lain yang kita tidak tahu penyebabnya,” kata H Iwan.
Kejadian ini lanjut H Iwan, membuka mata kita betapa besar dan penting peran pemadam kebakaran, oleh karena itu dirinya berharap dinas terkait tetap memperhatikan pengalokasiaan anggaran terhadap biaya oprasional peralatan mobil, biaya perawatan mobil itu butul-betul diperhatikan jangan sampai ketika dibutuhkan mobilnya mogok.
“Armada ditambah bila perlu daerah seperti Pasar Sentral ini satu armada disiagakan di sana. Saya imbau kepada BPBD, APBD induk ini tolong diajukan untuk penambahan armada, kemudiaan peningkatan biaya operasional dan peningkatan kualitas SDM yang menangani kebakaran ini,” kata H Iwan.
Menurut perkiraan total kerugian dari enam lapak yang terbakar berkisar Rp. 1,2 Miliar. “masing-masing lapak beromzet Rp.200 juta jadi kerugiannya sekitar Rp. 1,2 M” kata salah seorang pedagang.
Sementara itu Waode Rusaini salah seorang korban yang lapaknya terbakar mengaku baru mengetahui kiosnya kebakaran saat pagi hari, “pada saat kebakaran saya tidak ada ditempat, kios dalam keadaan tertutup, saya tinggalnya diluar pagar pasar sentral” kata Waode. Waode yang sehari-hari berjualan sembako ini mengaku sedih barang-barang kios habis terbakar termasuk dua kulkas yang berada dikios tersebut.
Salah seorang korban kebakaran Dialeng, berharap ada bantuan dari pemerintah, pedagang yang berjualan sejak tahun 2010 ini mengaku baru memasukkan barang-barang ke kios sebelum terjadinya kebakaran, jadi kerugian yang dialaminya cukup besar.
” Baru saja kita masukkan barang-barang karena ini menjelang bulan Desember, biasanya kan bulan Desember kita dapat basah-basahnya, Kita masih tunggu keputusan pemerintah karena kita diatur sama pemerintah, lapak ini juga awalnya dibangun oleh pemerintah” kata Dialeng dengan logat Makassar yang kental. (don)

