MIMIKA,(timikabisnis.com) — Sehari menjelang perayaan Natal, Pasar Sentral Timika dipadati warga sejak subuh, Rabu (24/12/2025). Ramainya aktivitas jual beli membuat sejumlah pedagang, khususnya penjual daging babi, mengaku kewalahan melayani pembeli.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejak pukul 05.00 WIT masyarakat sudah mulai berdatangan ke pasar. Keramaian terpusat di beberapa lapak penjualan daging babi yang menjadi salah satu kebutuhan utama warga menjelang perayaan Natal.
Salah seorang pedagang, Amelia, mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir dan memuncak pada H-1 Natal. Menurutnya, tingkat penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sejak subuh pembeli sudah ramai. Hari ini paling padat, kami sampai kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti,” ujar Amelia saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, harga daging babi dijual sekitar Rp150.000 per kilogram. Selain dijual per kilogram, daging juga tersedia dalam bentuk potongan atau iris dengan harga mulai Rp100.000. Untuk potongan besar, harga jual bisa mencapai Rp2 juta. Sementara bagian lain seperti usus, hati, kaki, dan kepala dijual secara terpisah.
Menurut Amelia, hingga siang hari jumlah babi yang dipotong mencapai empat hingga enam ekor. Pembeli datang dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari jumlah kecil hingga pembelian dalam skala besar.
Amelia mengaku bersyukur karena penjualan daging babi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, yang sempat terdampak wabah African Swine Fever (ASF).
Sementara itu, salah seorang pembeli, Asti, mengatakan kondisi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain harga yang dinilai lebih terjangkau, ia juga merasa lebih tenang berbelanja karena tidak lagi dibayangi kekhawatiran terhadap wabah.
“Tahun ini saya beli lebih banyak. Harganya lebih turun dan tidak khawatir seperti tahun lalu. Mudah-mudahan ke depan harganya bisa lebih stabil,” ungkapnya. (Lyddia Bahy)

