Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) dari Dapil I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat mendengarkan Pdt Lona S Sukan menyampaikan usulan saat kegiatan reses tahap II dengan jemaat Gereja Marthen Luther Sempan, Senin (22/11/2021)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan II, Yohanis Felix Helyanan,SE yang akrab disapa Jhon Thie menggelar kegiatan reses tahap II tahun 2021 dengan mendengarkan berbagai usulan dan aspirasi dari warga yang adala Jemaat Gereja GKI Marthen Luther Sempan, Senin (22/11/2021) siang tadi.
Adapun usulan dari aspirasi dari jemaat Gereja Marthen Luther yang disampaikan kepada Wakil Ketua II DPRD Mimika meliputi, bantuan pembangunan gedung sekolah TK,PAUD,SD dan SMP Marthen Luther, Drainase, Air Bersih, Persoalan Sampah, Soal lapangan pekerjaan bagi putra putri Papua, keluhan soal dampak dari para Moker, serta persoalan miras yang selama ini menjadi pemicu terjadinya kriminal serta dampak negatifnya bagi pemuda.
Selain menerima usulan dan masukan, Wakil Ketua II juga langsung memberikan tanggapan dan jawaban atas pertanyaan dan usulan yang disampaikan warga. Dari sekian usulan yang disampaikan, kebanyakan warga mempersoalkan soal sampah, Miras dan dampak dari PHK Karyawan Freeport yang dialami ribuan karyawan yang berimbas pada ekonomi keluarga yang semakin sulit.
Pada kesempatan tersebut, Jhon Thie juga menyerahkan bantuan dana kepada pihak gereja dan menyerahakn sembako secukupnya kepada warga jemaat Marthen Luther yng diterima oleh Pendeta Lona S Sukan.
Pdt Lona S Sukan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah dan jemaat yang dipercayakan di pemerintah juga melalui perjuangan anggota DPRD Mimika sehingga secara perlahan pembangunan gereja Marthen Luther secara bertahap mulai menata dan menyelesaikan berbagai infrastruktur seperti paving blok halaman gereja, dan pendukung dan fasilitas lainnya, seperti bangunan sekolah TK,PAUD dan lainnya.
“Sejumlah fasilitas seperti paving blok, pembangunan gedung sekolah dari TK sampai SD Marthen Luther masih proses berjalan sehinnga masi membutuhkan perhatian dan bantuan untuk merampungkan semua program dilingkungan gereja, terima kasih kepada bapak Jhon Thie yang sudah mau hadir untuk mendengarkan suara hati dari para jemaat untuk dapat diperjuangkan,”ungkap Pdt Lona Sukan.
Sementara Ibu Marlisa Faidiban meminta adanya perhatian pemerintah melaui DPRD sebagai lembaga aspirasi untuk bisa memikirkan warga yang kini terkena dampak PHK dengan status mogok kerja agar ada solusi seperti kesempatan bekerja pada kegiatan program pembangunan baik dari pemerintah maupun swasta.
“Kami punya suami yang status moker saat ini benar benar butuh perhatian dari pemerintah maupun dewan untuk bisa mendapatkan kesempatan atau peluang kerja diberbagai program yang ada, biarlah kepala kepala tukangnya orang lain. Tapi untuk status pekerjaan lainnya berikan kesempatan kepada para moker untuk bisa mendapatkan peluang kerja guna menopang ekonomi keluarga. Kami harus jujur dengan kondisi dampak dari PHK suami kami, selalu muncul persoalan dalam rumah tangga,”katanya.

Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) menyerahkan secara simbolis bantuan sembako kepada Jemaat Marthen Luther yang diterima oleh Pdt Lona S Sukan, Senin (22/11/2021)/Foto : husyen opa
Dirinya berharap dewan dan membantu memikirkan agar jemaat yang terkena dampak dapat diusulkan ke pemerintah untuk mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan modal usaha kecil.
Warga lainnya Ny Namuru meminta agar DPRD Mimika bisa memperjuangkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kepada putra putri Mimika yang telah menyelesaikan studinya untuk bisa sebagai ASN atau tenaga honorer di lingkup Pemkab Mimika.
“Pemuda dan pemudi kita yang telah menyeleasikan perguruan tinggi dan kini banyak yang nganggur di Timika bisa diperjuangkan dan diprioritaskan untuk menjadi ASN dan tenaga honorer di pemerintaha kabupaten Mimika. Tolong mereka bisa diperjuangkan, agar apa yang menjadi cita cita atau mimpi mereka dapat terwujud,”pintanya.
Sementara Bapak Y Waromi meminta agar dewan dapat memperjuangkan penambahan gerobak sampah yang diperuntukkan bagi jemaat Marthen Luther sehingga bisa dikelola dalam rangka mendukung program kebersihan yang sedang digalakkan oleh pemerintah daearah.
“Kalau bisa dibantu gerobak sampah tiga roda, ini tentunya hal positif bagi PKB Marthen Luther dalam mendukung program penanganan sampah, sekaligus membuka peluang kerja bagi jemaat yang kebetulan belum mempunyai pekerjaan,”usul Waromi.
Dirinya juga mengusulkan agar peraturan dan regulasi soal miras yang menjadi persoalan saat ini di Mimika dapat meniru seperti yang di jalankan di negar tetangga PNG secara tegas, dimana warga boleh saja beli dan hanya diperbolehkan mengkomsumsi di rumah saja tak boleh tempat tempat umum.
“Penerapan miras di PNG sangat jelas dan tegas, pengalaman saat kami mewakili dewan kesenian di kabupaten Mimika kami melihat sangat simple, bole beli minuman dirumah, dan kalau yang rebut masuk disel satu minggu. Nah, dengan cara begini makan warga ada efek jera, saya kira aturan seperti ini bisa dilakukan di Mimika,”ungkapnya.
Hal yang sama juga diusulkan oleh Ibu Pdt Selina S Nibra, bahwa perda miras itu harus diterapkan dan dilaksanakan. Sebab selama ini miras menjadi perusak bagi muda mudi di Mimika.
“Miras segera diterapkan sebab setiap malam minggu, pemuda dan pemudi terpengaruh dengan miras dan ini menjadi pergumulan jemaat. Para orang tua Kristen sangat prihatin dengan miras, kami mohon agar izin penjualan miras segera dicabut. Karena hanya persoalan miras ini menjadi persoalan dalam keluarga, sering terjadi kekerasan dalam keluarga hanya karena miras,”keluhnya.
Sementara Bapak Womsiwor menyoroti rendahnya kesadaran warga Mimika dalam mendukung program pengelolaan sampah demi menuju Mimika yang bersih dan sehat.
“Warga Mimika banyak yang masih malas tahu dengan persoalan sampah, setiap hari mereka membuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, bahkan ada warga sengaja membuang sampah di atas trotoar dan diatas taman bunga pembatas jalan. Mohon pemerintah melalui dinas tehnis bisa lebih tegas dalam memberikan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Saya sangat apresiasi kepada Wakil ketua II DPRD Mimika yang mau turun ke masyarakat untuk mendengarkan apa yang menjadi persoalan yang terjadi ditengah tengah masyarakat,”aku Womsiwor.
Sedangkan Ny Mehara dihadapan Wakil ketua II meminta agar dapat melihat langsung kondisi Mama mama Papua yang berjualan di Pasar Baru dan Pasar Gorong gorong, karena mereka biasnya diberikan kesempatan untuk mendapatkan lapak penjualan namun kalah bersaing karena tidak ada modal usaha.
“Kiranya Mama mama Papua yang berjualan di Pasar Baru dan Gorong gorong dapat dibantu oleh pemerintah dengan modal usaha, serta bisa dibangunkan khusus pasar mama mama Papua, sehingga mereka tidak berjualan dipinggir jalan,”pinta Ny Mehara.
Menanggapi usulan dan aspirasi jemaat Marthen Luther, Yohanis Felix Helyanan (Jhon Thie) mengatakan apa yang disampaikan oleh warga adalah murni dari suara jemaat yang benar benar dialami dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ia mengakui, bahwa seluruh usulan dan aspirasi akan diperjuangkan dalam rapat rapat dan pembahasan serta pendapat fraksi untuk dapat mengakomodir semua usulan yang sudah diterima.
“Saya paham dan mengerti benar apa yang disampaikan warga dalam reses kali ini adalah hal nyata dan dialami oleh masyarakat, lebih khusus di kelurahan Koperapoka. Kalau dulu Koperapoka itu adalah ikon kabupaten Mimika dan merupakan pusat aktifitas ekonomi masyarakat, sudah banyak usulan yang masuk ke DPRD dan sudah coba diperjuangkan ke pemerintah namun sampai saat ini belum ada realisasi. Ditahun 2021 ini banyak program pemerintah yang tersedot di program infrastruktur jalan dan venue untuk pelaksanaan PON, dan saya berharap ditahun depan dalam APBD induk apa yang diusulkan oleh warga Koperapoka semoag dapat terjawab dan terealisasi,”tegas Jhon Thie.
Wakil Ketua II mengaku, kehadirannya dalam kegiatan reses ke II saat ini tidak memiliki atau mempunyai maksud dan tujuan serta kepentingan apapun. Kehadirannya ditengah tengah jemaat Marthen Luther saat ini murni ingin mendengarkan masukan saran, pendapat serta keluhan yang selama ini dialami.
“Ini sebagai bentuk tanggungjawab saya kepada jemaat dan gereja apa yang bisa saya bantu saya usahakan untuk saya perjuangkan. Karena saya yakin apa yang disampaikan warga itu jujur dari hati yang tulus, karena itu saya juga dengan niat baik akan perjuangkan hal itu,”tegasnya.
Untuk menjawab kekurangan armada gerobak sampah, Jhon Thie mengaku akan coba berkoordinasi dengan Dinas teknis agar usulan soal armada dalam mendukung dan menjawab persoalan sampah bisa teratasi.
“Nant coba kami dorong ke DLH soal gerobak sampah, kalau tidak yah nanti kita coba cari jalan untuk menjawab kebutuhan warga soal gerobak sampah. Untuk persoalan miras dan Moker yang disuarakan warga, melalui partai kami coba akan kami dorong terus dan menegaskan hal ini dalam rapat rapat dengan pemerintah atau penegasan melalui sidang paripurna. Jujur saja bahwa persoalan moker ini miras juga menjadi hal urgent bagi dewan selama ini,”ungkap Jhon Thie. (opa)
