Gandeng BTN dan STIE JB Mimika, Ketua Pengurus YPMAK Apresiasi Keterlibatan Kampus Lokal

MIMIKA, (timikabisnis.com)– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI menggelar Soft Opening Literacy Financial Program bagi 20 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan YPMAK.

Acara yang berlangsung di halaman kios milik Amon Omaleng, perumahan masyarakat mil 23 Distrik Kuala Kencana, Sabtu (15/11/2025) merupakan program YPMAK atas kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi lokal secara khusus terhadap pelaku usaha Amungme-Kamoro.

Program ini juga merupakan kerja sama yang dilakukan YPMAK bersama pihak BTN dan lembaga pendidikan STIE JB Mimika.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka mengungkapkan rasa kagumnya kepada mahasiswa Papua STIE JB yang dilatih secara khusus untuk melakukan pendampingan terhadap para pelaku UMKM ini.

“Adik-adik ini masih punya semangat yang tinggi. Mereka dilatih untuk mendampingi para pelaku usaha terkait program ini setiap harinya bahkan sampai sukses,” ucapnya ketika diwawancarai usai membuka kegiatan.

Keterlibatan kampus lokal, menurutnya sangat menarik dan bagus. Karena kualitas kampus lokal tidak kalah bagusnya dengan lembaga pendidikan lain di luar sana.

” Lembaga pendidikan lokal kita ada. Kita berikan peluang bagi organisasi pendidikan lokal untuk ambil bagian di sini. Tidak harus mendatangkan mentor dari luar karena adik-adik kita ini pun bisa,” timpalnya.

Ia pun menjelaskan bahwa program ini merupakan runtutan dimana sebelumnya para pengusaha sudah dilatih tentang finansial literasi, sudah disiapkan terlebih dahulu dan harus punya lahan sendiri.

Setelah diverifikasi, diproses semua layak kemudian dibangunlah sampai dengan selesai, ungkap Leonardus.

Selain itu, hal ini tentu menjawab kerinduan kita bersama dalam memastikan ada pertumbuhan ekonomi di masyarakat kita dengan teknologi yang lebih memadai.

Kios kelontong ini, ungkapnya sudah diinstal sistemnya, sebuah sistem yang terkoordinasi secara langsung. Jadi semua transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi seperti Qris tanpa harus membayar tunai. Dan semua proses itu akuntabel, langsung tercetak.

Menariknya, setelah ada transaksi setiap bulan, pihak YPMAK dan semua yang berkepentingan termasuk Freeport bisa mengikuti trennya. Nanti pihak pengelola akan memastikan apakah trennya positif atau tidak.

” Jika trennya positif berarti ini kan sesuatu yang baik, kalau negatif kira-kira bagian mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Tak hanya itu, program ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola-pola transaksi yang lebih modern.

Bagaimana menggunakan uang yang baik sehingga tingkat produktivitas pendapatan dari masyarakat di bidang usaha ini bisa meningkat.

” Kami juga sampaikan ke masyarakat supaya tidak berhutang. Hal-hal ini kita lakukan supaya masyarakat kita di Kabupaten Mimika terutama Amungme-Kamoro bisa bersaing dengan saudara-saudara lain yang sudah memang melek dalam berbisnis di bidang toko dan lain-lain,” jelasnya lagi.

Dirinya pun mengungkapkan jika program ini bisa tercapai, akan ada hal lain yang dilakukan seperti melaunching tempat laundry yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih baik kedepannya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha kios kelontong, Amon Omaleng mengucapkan terimakasih kepada YPMAK yang telah membantu lewat pengadaan kios kelontong ini.

” Saya sangat bangga sekali dan tidak bisa berkata-kata hanya ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada YPMAK. Semoga usaha ini terus berkembang dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *