Freeport Bantah Isu Karyawannya Tolak di Vaksinasi Covid-19

Timika (timikabisnis) – Manajer Coorporate Communications PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga di Timika, Rabu (21/4), membantah isu yang berkembang bahwa karyawan Freeport menolak kebijakan vaksinasi COVID-19.

“Tidak demikian. Sejauh ini rekan-rekan karyawan justru bertanya-tanya kapan mereka akan divaksin karena kelompok sasaran lainnya di Kabupaten Mimika sekarang ini sudah dan sedang menerima suntikan vaksin COVID-19,” ujarnya.

Manajemen PT Freeport Indonesia hingga kini terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan ketersediaan vaksin COVID-19 bagi puluhan ribu karyawan dan keluarga mereka.

Freeport termasuk salah satu dari sekian ribu perusahaan swasta di Indonesia yang telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk dapat melakukan vaksinasi gotong-royong atau vaksinasi mandiri.

“Harapan kami dan juga sebagaimana harapan pemerintah agar vaksin COVID-19 itu tersedia sehingga proses vaksinasi bagi karyawan kami dan keluarga baik yang ada di jobsite di Kabupaten Mimika, maupun di Jayapura dan Jakarta bisa segera terwujud dalam waktu secepatnya. Koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah masih terus berlangsung sampai sekarang,” kata Kerry.

Ia menyebut, pengadaan vaksin COVID-19 untuk program vaksinasi gotong-royong oleh perusahaan-perusahaan swasta, BUMN dan lainnya dilakukan secara terpusat melalui PT Bio Farma.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada kejelasan waktu pelaksanaan vaksinasi gotong-royong yang sudah diwacanakan oleh pemerintah sejak akhir tahun lalu itu.

“Kami berharap lebih cepat maka lebih baik. Rantai suplai vaksin ini ada pada kewenangan pemerintah. Kami mendukung kebijakan Pemkab Mimika yang menargetkan 70 sampai 80 persen dari total populasi penduduk yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin COVID-19 untuk terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity),” kata Kerry. (nus)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!