MIMIKA,(timikabisnis.com) – Perjuangan panjang dan dukungan tanpa henti yang diberikan Dessy Putrika Ross Rante kepada tim SMA Negeri 3 Kokonao akhirnya berbuah manis. Tim asal wilayah pesisir itu sukses mengukir sejarah dengan meraih gelar juara pada ajang Mini Soccer Kapolda Cup II tingkat SMA-SMK se-Kabupaten Mimika.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kokonao. Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga dan minimnya jam terbang pertandingan, para pemain mampu membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dan menjadi yang terbaik.
Sebagai manajer tim, Dessy Putrika yang juga sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika asal Daerah Pemilihan (Dapil) 6 ini mengaku bangga atas pencapaian yang diraih anak-anak SMA N 3 Kokonao.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta semangat juang para pemain selama mengikuti kompetisi di Timika.
“Puji Tuhan mereka membuktikan bahwa mereka mampu meraih kemenangan. Padahal kita tahu anak-anak di pesisir Kokonao memiliki keterbatasan fasilitas dan minim kesempatan bertanding. Saya sangat bangga kepada anak-anak SMA N 3 Kokonao yang telah mengharumkan nama daerahnya,” ujar Dessy Putrika Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, olahraga menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kompetisi seperti Kapolda Cup, para pelajar tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan keterampilan bermain, tetapi juga belajar tentang kerja sama, disiplin, dan sportivitas.
“Lewat event seperti ini anak-anak termotivasi untuk terus berlatih fisik dan meningkatkan skill. Mereka tidak hanya menghabiskan waktu dengan telepon genggam, tetapi juga belajar menjaga sportivitas serta menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak kita harapkan,” katanya.
Dessy berharap pemerintah daerah melalui Dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet-atlet muda di wilayah pesisir.
“Saya berharap ada kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, serta pihak terkait untuk menghadirkan pelatih yang profesional bagi anak-anak di kampung. Kita tahu mereka memiliki bakat dan minat besar di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan bola voli. Pembinaan yang berkelanjutan sangat penting agar potensi mereka terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga menilai peran keluarga sangat menentukan keberhasilan anak-anak dalam meraih prestasi. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak agar aktif dalam kegiatan positif dan tetap fokus pada pendidikan.
“Dukungan orang tua sangat besar pengaruhnya. Anak-anak harus didorong untuk rajin bersekolah, aktif berolahraga, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Dessy juga berencana mengusulkan pembangunan rumah singgah di Timika bagi pelajar dari wilayah pesisir yang mengikuti berbagai kegiatan resmi maupun kejuaraan olahraga.
Menurutnya, persoalan akomodasi sering menjadi kendala bagi peserta dari daerah pesisir saat mengikuti kegiatan di ibu kota kabupaten.
“Ke depan saya akan mengusulkan adanya rumah singgah bagi anak-anak pesisir yang datang mengikuti event resmi di Timika. Ini penting untuk membantu mereka selama mengikuti kegiatan pendidikan maupun olahraga,” jelasnya Dessy Putrika yang kini dipercayakan sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRK Mimika.
Sementara itu, mantan pemain sekaligus pelatih sepak bola asal Kokonao, Sem Maury, menyebut keberhasilan SMA N 3 Kokonao sebagai sejarah baru bagi dunia olahraga di daerah tersebut.
Menurut Sem, tradisi sepak bola di Kokonao sebenarnya telah tumbuh sejak tahun 1990-an melalui klub PS Kokonao. Sejumlah tim dari Kokonao pernah meraih prestasi, termasuk juara III pada ajang Telkomsel Cup. Namun, gelar juara pertama baru berhasil diraih saat ini.
“Untuk juara satu sepak bola dari Kokonao, ini pertama kali dan berhasil dibawa oleh Ibu Dessy Putrika. Ini sejarah baru bagi Kokonao,” katanya.
Sebagai putra Kokonao, Sem mengaku bangga dan terharu melihat keberhasilan generasi muda Kokonao yang mampu menorehkan prestasi di tingkat kabupaten.
“Walaupun kali ini di level mini soccer, tetapi kami sebagai anak-anak Kokonao sangat bangga. Kemenangan ini menjadi perbincangan masyarakat karena merupakan sejarah baru bagi atlet-atlet muda Kokonao,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi titik awal kebangkitan olahraga di wilayah pesisir dan memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.
“Talenta-talenta yang ada harus terus dibina agar kemampuan mereka semakin meningkat dan dapat membawa nama Kokonao ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.(Anis Batalotak)

