MIMIKA,(timikabisnis.com)– Sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan pelatihan Financial Literacy Program (FLP) tahap II, kepada 20 pelaku UMKM binaannya, Senin (2/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Amungme dan Kamoro, khususnya melalui pengembangan usaha kios kelontong.
Kegiatan yang berlangsung di gedung Multi Purpose Community Center (MPCC) milik YPMAK dengan melibatkan 20 pelaku UMKM, diharapkan mampu mengelola usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.
Materi pelatihan disampaikan oleh CV Amungsa Berjaya Gemilang bersama Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra YPMAK. Selain itu, mahasiswa dari Institut Jambatan Bulan (IJB) turut dilibatkan untuk melakukan pendampingan harian kepada para penerima manfaat.
Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Oktovian Jangkup, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah membangun 20 kios kelontong yang tersebar dari wilayah kota hingga Mile 32.
Dari jumlah tersebut, 12 kios telah diserahterimakan dan mulai beroperasi, sementara delapan kios lainnya akan menerima kunci usai mengikuti pelatihan tahap kedua ini.
“YPMAK mendampingi mereka secara berkelanjutan. Teman-teman yang sudah lebih dulu berjualan dan memiliki pengalaman beberapa bulan ini bisa berbagi cerita dan pengalaman kepada yang baru memulai,” ujar Oktovian.
Menurutnya, pelatihan FLP tahap II difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan manajerial, termasuk pengelolaan stok barang, pencatatan keuangan, hingga pelayanan pelanggan berbasis digital.
Ia juga mengungkapkan bahwa kedepan, YPMAK juga berencana mengembangkan jenis usaha lain seperti pencucian motor, usaha kopi, hingga produksi virgin coconut oil (VCO).
” Kami berharap melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan ini, kios-kios binaan kami tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi usaha mandiri yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Amungme- Kamoro,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur CV Amungsa Berjaya Gemilang, Teopilus Karubuy, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan beberapa bulan terakhir, kios-kios yang telah beroperasi menunjukkan tren pendapatan yang positif.
“Dari pengamatan kami, sudah terlihat peningkatan dari sisi pendapatan. Penerima manfaat juga mulai memahami sistem pelayanan berbasis digital. Kami berharap kios yang baru bisa mengikuti jejak tersebut,” kata Teopilus.
Ia menambahkan, dengan pembekalan yang komprehensif, para pemilik kios diharapkan mampu memahami materi pelatihan dan menjalankan arahan pendamping sehingga dalam waktu satu tahun dapat berdiri secara mandiri.
Sementara itu, Kepala BTN Cabang Timika, Didit Darmono, mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan YPMAK dalam membangun fondasi usaha masyarakat berbasis mitigasi risiko yang matang.
“Dalam pelatihan ini, kami tidak hanya menyampaikan cara pengelolaan keuangan yang benar, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Pelayanan yang baik akan menarik lebih banyak konsumen dari berbagai kalangan,” ujarnya.
Didit menambahkan, program ini dirancang sebagai skema jangka panjang. Setelah usaha dinilai stabil dan mandiri, para pelaku UMKM akan mendapatkan sertifikat serta peluang mengakses pembiayaan perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Program ini jangka panjang. Kita bangun di atas tanah mereka sendiri, bersertifikat. Ketika usaha sudah mandiri dan memiliki pendapatan yang jelas, mereka bisa mengakses pembiayaan melalui KUR. BTN siap mendukung pemberian kredit bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

