Dari Kampung ke Kota, Distrik Mimika Tengah Ajukan 105 Program di Musrenbang 2026

MIMIKA,(timikabisnis.com) — Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika mengajukan 105 usulan program dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026 yang digelar pada Senin (2/3/2026) di kantor distrik setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri tim asistensi Bappeda Kabupaten Mimika yang dipimpin Rusman Lagonda, Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Ba’ka’, Kapolsek Mimika Timur, Babinsa Koramil Koko Nao, serta lima kepala kampung dan Bamuskam.

Musrenbang tahun ini mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik.”

Dari total usulan, sebanyak 40 kegiatan berada pada bidang infrastruktur, 26 kegiatan di bidang ekonomi, dan 39 kegiatan pada bidang pemberdayaan masyarakat.

Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Ba’ka’, mengatakan bahwa masyarakat siap mendukung visi dan misi pembangunan yang dimulai dari kampung hingga ke kota.

“Pembangunan harus dimulai dari kampung. Jika kampung kuat, maka kota juga akan ikut berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Distrik Mimika Tengah terdiri dari lima kampung dengan akses utama melalui transportasi sungai dan laut menggunakan perahu. Karena itu, pihaknya mengusulkan penyediaan transportasi umum sungai dan laut serta pembangunan SPBU terdekat, mengingat masyarakat masih harus ke kota untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, Ia mengatakan, persoalan banjir menjadi perhatian serius. Setiap tahun wilayah tersebut terdampak banjir, terutama di Kampung Kamora dan Aikawapuka. Pemerintah distrik mengusulkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan program mitigasi bencana.

Di sektor kelistrikan, pelayanan listrik di Kampung Atuka dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru berlangsung sekitar enam jam per hari. Sementara Kampung Tiwaka atau Timika Pantai hingga kini belum memiliki pembangkit listrik meski lokasi telah disiapkan dan survei sudah dilakukan.

Ia menyebutkan,Dampak banjir dan air rob juga menyebabkan pendangkalan sungai yang menghambat transportasi. Untuk itu, diperlukan pengerukan sungai atau pembukaan jalur alternatif saat air surut.

Seiring bertambahnya pegawai distrik, guru, dan tenaga kesehatan, maka pemerintah distrik juga mengusulkan penambahan rumah dinas.

“Secara umum, kebutuhan masyarakat Distrik Mimika Tengah masih didominasi layanan dasar seperti air bersih, listrik, transportasi laut dan sungai, pemberdayaan ekonomi, perumahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, layanan pendidikan dan kesehatan, serta pemanfaatan sumber daya alam,”jelasnya.

Kendati demikian, Ia berharap seluruh usulan dari lima kampung di Wilayah Distrik Mimika Tengah mendapat perhatian pada tahun anggaran mendatang.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *