MIMIKA,(timikabisnis.com) — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika,Sabelina Fitriani
mengatakan stok LPG 12 kilogram di Kabupaten Mimika akan kembali normal dalam waktu dekat setelah sempat mengalami kelangkaan.
Kelangkaan tersebut terjadi akibat berkurangnya kuota distribusi serta keterlambatan kapal pengangkut dari Surabaya dan Makassar.
Menurut Sabelina, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia karena sebagian kebutuhan LPG nasional masih bergantung pada impor.
“Kuota kita sebelumnya memang berkurang dan ada keterlambatan kapal. Namun setelah tanggal 20 Mei nanti, distribusi diharapkan sudah kembali normal,” ujar Sabelina, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, kuota LPG untuk Mimika kini kembali menjadi tujuh metrik ton per pekan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh LPG 12 kilogram di toko maupun outlet resmi.
Selain kelangkaan, ia menyampaikan, harga LPG 12 kilogram juga mengalami kenaikan. Harga yang sebelumnya berkisar Rp350 ribu per tabung kini naik menjadi sekitar Rp390 ribu per tabung.
“Kalau dihitung, kenaikannya sekitar 10 hingga 12 persen karena biaya pengiriman dari Surabaya dan Makassar juga ikut naik,” katanya.
Meski demikian, Disperindag Mimika memastikan stok LPG mulai masuk secara bertahap dan sejumlah kapal distribusi dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Sabelina mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara hemat di tengah kondisi global yang masih memengaruhi pasokan energi nasional.
“Kami mengimbau masyarakat tetap hemat menggunakan energi karena kondisi internasional memang ikut berdampak pada ketersediaan energi,” tandasnya.(Liddya Bahy)

