MIMIKA,(timikabisnis.com) – Kembalinya layanan transportasi bagi masyarakat Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, menjadi kado terindah menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Layanan yang sebelumnya terhenti sejak pandemi Covid-19 itu kini kembali beroperasi dua kali dalam sepekan setelah aspirasi warga yang terus disampaikan,kini sudah mendapat respons dari PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Departemen Social Local Development (SLD) mendapat apresiasi dari Anggota DPRK Mimika Dapil VI,Desy Putrika.
Kembalinya layanan transportasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Amamapare, terutama warga yang selama ini mengandalkan akses transportasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjalankan aktivitas ekonomi, maupun memasarkan hasil laut ke Timika.
Layanan transportasi bagi masyarakat Amamapare sebelumnya telah tersedia, namun terhenti sejak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut kemudian menjadi keluhan masyarakat karena transportasi merupakan akses penting bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas.
“Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Amamapare menjelang HUT RI ke-81. Aspirasi ini disampaikan,termasuk saya saat melakukan reses dan sekarang sudah mendapat jawaban. Sebagai Anggota DPR Dapil VI, Saya menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia melalui Departemen SLD yang telah merespons kebutuhan masyarakat Kampung Amamapre dengan kembali memberikan layanan transportasi dengan jadwal pelayanan sebanyak dua kali dalam sepekan,”ungkap Dessy Putrika,Senin (10/8/2026).
Dessy menilai, keberadaan transportasi tersebut sangat penting bagi masyarakat Amamapare. Selain memudahkan mobilitas warga, layanan tersebut juga dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Bagi warga yang menggantungkan kehidupan dari hasil laut, misalnya, ketersediaan transportasi dapat memudahkan mereka membawa hasil tangkapan untuk dipasarkan ke Timika. Sebaliknya, warga juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan keluarga di Timika.
“Benar ada bantuan pelayanan bus dari PTFI, seminggu dua kali. Pelayanan dulu juga telah dilakukan, sekarang dilakukan kembali. Semoga Pemda punya rencana masa depan terkait dengan Amamapare,” ungkap Dessy mengutip pernyataan dari Departemen Social Local Development.
Ia berharap pelayanan transportasi yang kini kembali berjalan dapat dipertahankan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan solusi sementara, tetapi memiliki akses transportasi yang dapat menunjang kehidupan mereka dalam jangka panjang.
“Ini bisa menjadi kado Hari Kemerdekaan bagi masyarakat Amamapare. Aspirasi masyarakat yang disampaikan selama ini mendapat respons dan sekarang transportasi kembali melayani warga,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya layanan transportasi tersebut, tentu sangat menunjang mobilitas dan aktivitas ekonom warga setempat.
Kembalinya transportasi ini pun diharapkan tidak hanya menjadi kado bagi masyarakat Amamapare dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi awal dari peningkatan pelayanan dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.(Anis Batalotak)

