TIMIKA (Timikabisnis.com) – Kasus kematian akibat covid-19 di Tembagapura dalam bulan Juli ini sebanyak 5 orang, meningkat dari bulan sebelumnya.
“Baru tadi pagi ini jam 10 meninggal satu, rata-rata yang mempunyai komorbid” terang Vice President Goverment Relations PTFI, Jonny Lingga, usai mengikuti rapat bersama Pemkab Mimika, Rabu (21/7).
Menurut Jonny kasus aktif covid-19 di daerah Tembagapura dan Kuala Kencana di area PTFI sekarang sudah menurun, dengan jumlah kasus 99 orang dengan kondisi medium ke ringan.
“Per tanggal 20 Juli 2021 ini, RS Tembagapura merawat 44 orang dan Klinik Kuala Kencana merawat 11 orang. Yang di Tembagapura 3 orang sedang kritis” ucapnya.
“Semuanya sedang kita lakukan agar semuanya sembuh, kalau dilihat dari seminggu ini trennya menurun” lanjutnya.
Pihak PTFI memperketat keluar masuknya karyawan ke area PTFI dengan melakukan pemeriksaan antigen, jika hasilnya reaktif maka pihak PTFI melakukan karantina bagi karyawan yang bersangkutan agar melakukan isolasi mandiri.
“Tetapi banyak yang di antigen hasilnya positif, totalnya 900 orang. Tetapi kebanyakan di isolasi di barak yang telah disiapkan di tembagapura, di mile 38, dan ada di rumah masing-masing” terangnya.
Jonny mengatakan kapasitas tempat tidur di Tembagapura dan diKuala Kencana saat ini sudah terpakai hampir 60 persen. Selain itu, ketersediaan oksigen saat ini juga menipis , tetapi pihaknya sedang berusaha mendatangkan lagi stoknya.
Saat ini PTFI sedang merubah satu pabrik oksigen industri untuk bisa dipake menjadi oksigen medis, dan itu sudah berhasil.
Dengan diberlakukannya pembatasan yang saat ini dikeluarkan oleh Pemkab Mimika, pihak PTFI mengatakan akan tetap mematuhi peraturan pemerintah.
“Saya yakin itu keputusan yang baik, nanti PTFI meminta agar objek vital nasional untuk tenaga-tenaga kerja tertentu seperti medis dan esensial yang kritikal untuk kelangsungan produksi di berikan pengecualian” harapnya.
Untuk Sementara ini pihak PTFI akan memberhentikan permintaan cuti bagi setiap karyawan kecuali yang urgent.
Dalam memperketat tingginya kasus covid-19 di area Tembagapura dan Kuala Kencana, pihak PTFI selama ini sudah melakukan tracing, isolasi dan karantina untuk mempercepat kesembuhan bagi karyawan yang terpapar dan juga terus melakukan kampaye kepada karyawan agar menjalankan protocol kesehatan.
Untuk vaksinasi sampai saat ini masih terus berjalan di area PTFI. Dengan rata-rata perhari 500 vaksinasi, yang dilakukan secara gotong royong.
“Sudah 11 ribu yang sudah divaksinasi, dan dari 11 ribu itu, 3 ribu yang sudah komplit” terangnya.
Jonny juga menegaskan bahwa pihak PTFI dari awal tidak memaksakan vaksinasi bagi karyawa. Tetapi bagi mereka yang tidak mau divaksin jika melakukan kegiatan yang melanggar peraturan kerja sesuai kesepakatan kerja bersama maka pihak PTFI akan mengambil tindakan sesuai aturan kerja yang berlaku. (yun)

