TIMIKA (timikabisnis)– Memasuki hari ketiga pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika yang berlangsung di Ballroom Hotel Cartenz, Jalan Budi Utomo, Timika, dinamika kontestasi pemilihan ketua terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Di tengah beragam spekulasi yang berkembang, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika tetap menjaga netralitas dan tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun.
Menurut Johannes Rettob, proses pemilihan Ketua KNPI merupakan urusan internal organisasi yang harus diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI. Pemerintah daerah, kata dia, menghormati sepenuhnya hak peserta Musda dalam menentukan pemimpin organisasi kepemudaan tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Mimika tidak berada di pihak calon mana pun. Kami menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di KNPI. Biarkan seluruh peserta Musda menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan keluarga besar KNPI dan pemerintah siap bekerja sama dengan kepengurusan yang sah,” ujar Johannes Rettob.
Ia mengatakan, KNPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda. Karena itu, proses Musda diharapkan tidak menjadi ruang yang memecah persatuan, melainkan menjadi momentum memperkuat solidaritas antarpemuda di Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob juga mengajak seluruh kandidat beserta pendukungnya untuk mengedepankan etika organisasi serta menjaga situasi tetap kondusif hingga seluruh tahapan Musda selesai dilaksanakan, jangan karena ada kepentingan kelompok tertentu, apalagi mereka yang tidak punya hubungan dengan KNPI, tetapi turut serta membuat suasana yg tidak kondusif.
“Kompetisi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tetapi setelah proses ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat. Yang dibutuhkan Mimika hari ini adalah pemuda yang bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak memiliki kepentingan terhadap siapa yang akan memimpin KNPI. Yang menjadi harapan adalah lahirnya sosok pemimpin yang mampu mengakomodasi seluruh organisasi kepemudaan, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, terutama dengan pemerintah.
“Saya juga berharap agar pemuda mimika saling menghargai. Walaupun dengan dinamika keberagamaan di Mimika, tetapi mari kita memberikan kesempatan kepada dua suku besar di mimika, Pemuda Amungme dan Kamoro, jika ternyata ada yang ingin memimpin didaerah sendiri”, ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan Rapimpurda dan Musda di Ballroom Hotel Cartenz, berbagai agenda organisasi telah berlangsung, mulai dari pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan organisasi kepemudaan, hingga tahapan pemilihan kepengurusan baru. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah KNPI Mimika untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Bupati Johannes Rettob berharap seluruh proses dapat berakhir dengan damai, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang diterima seluruh peserta.
“Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KNPI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Mimika. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah ini,” tutupnya. (tim)

