MIMIKA, (timikabisnis.com)– Lantunan ayat suci Alquran yang menggema di Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, mengawali pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII, Jumat (12/6/2026) malam.
Suasana khidmat berpadu dengan semangat kebersamaan ketika ribuan masyarakat, peserta, dan tamu undangan memadati lokasi kegiatan yang mengusung tema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas.”
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong. Turut hadir unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Ketua Panitia MTQ XIII, Ustadz Firdaus Amir, SE, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini memiliki nilai historis tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan MTQ di Mimika, proses seleksi dilakukan secara berjenjang hingga tingkat distrik sehingga melahirkan kafilah-kafilah yang mewakili wilayah masing-masing.
Sebanyak 331 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka berasal dari lima distrik, yakni Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania.
“MTQ tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Mimika. Untuk pertama kalinya peserta hadir sebagai kafilah distrik dan kegiatan digelar di wilayah pemekaran. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun syiar Alquran hingga ke tingkat akar rumput,” ujar Firdaus dalam laporannya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mimika, Drs. H. Muh Darwis, M.IKom, mengungkapkan kebanggaannya atas sejumlah terobosan baru yang dihadirkan pada MTQ kali ini.
Salah satunya adalah pemberian Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang akan diperebutkan oleh seluruh kafilah distrik.
Menurut Darwis, inovasi tersebut diharapkan dapat memacu semangat pembinaan Alquran di setiap wilayah. Ia juga mendorong agar ke depan seluruh distrik mendapat dukungan anggaran khusus untuk menyelenggarakan MTQ tingkat distrik secara mandiri.
Tak hanya itu, upaya peningkatan kualitas peserta juga diperkuat melalui program pembinaan yang melibatkan 17 pelatih dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bima, Bandung, dan Makassar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah sekaligus mencetak generasi qari dan qariah lokal yang mampu bersaing di masa mendatang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, S.Ag, menilai MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Alquran, tetapi juga sarana memperkuat identitas spiritual masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan utama Mimika sebagai daerah yang dihuni oleh beragam suku, budaya, dan keyakinan.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya MTQ ke-XIII yang dinilai membawa semangat baru dalam pembinaan keagamaan di daerah.
Menurutnya, MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mencari juara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk generasi yang beriman, bertakwa, jujur, disiplin, serta bertanggung jawab.
“Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, Alquran harus menjadi benteng kehidupan. Nilai-nilainya harus hadir dalam perilaku sehari-hari sehingga mampu membentuk karakter masyarakat yang lebih baik dan harmonis,” tegas Johannes.
Johannes juga menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Mimika merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Karena itu, tema MTQ tahun ini dinilai sangat relevan sebagai pengingat bahwa Alquran dapat menjadi sumber inspirasi persatuan dan kedamaian di tengah kemajemukan.
Menutup sambutannya, Bupati berpesan kepada dewan hakim agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional, serta mengajak seluruh peserta untuk menjadikan MTQ sebagai wadah pengembangan diri dan peningkatan kualitas keilmuan Alquran.
Dengan ditandai tabuhan beduk dan lantunan ayat suci yang menggema penuh khidmat, MTQ XIII Kabupaten Mimika resmi dibuka. Kegiatan yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan ini diharapkan mampu melahirkan generasi qari dan qariah terbaik, sekaligus memperkuat posisi Mimika sebagai salah satu pusat pembinaan tilawah Alquran di Papua Tengah.
“Mari jadikan MTQ sebagai ruang memperkuat iman, menumbuhkan persaudaraan, dan menyalakan cahaya Alquran dalam kehidupan masyarakat demi terwujudnya Mimika Emas yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

