MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar kegiatan seminar inovasi daerah dalam rangka memperingati Hari Kreativitas dan Inovasi Sedunia ke-9 tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Senin (20/4/2026) menjadi momentum strategis untuk mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua panitia, Darius Sabon, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah dan para pemangku kepentingan terhadap pentingnya inovasi, mendorong digitalisasi sistem pelaporan inovasi, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi Seminar Riset dan Inovasi Daerah yang dilaksanakan pada 20 April 2026, Sosialisasi Digitalisasi Pelaporan Inovasi pada 21 April 2026, serta Mimika Innovation Week 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang.
Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan daerah ke depan, yang tidak lagi bergantung pada sumber daya alam semata, melainkan berbasis pengetahuan dan inovasi.
” Riset adalah fondasi kebijakan yang tepat, inovasi adalah jalan utama menuju daya saing, dan kolaborasi adalah kunci percepatan pembangunan,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa inovasi harus berdampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi orang asli Papua, pelaku UMKM, nelayan, dan petani.
Selain itu, inovasi diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu terhubung langsung dengan ekonomi riil dan menghasilkan produk unggulan daerah.
Melalui kegiatan ini, Abraham berkata pemerintah menargetkan peningkatan kualitas inovasi perangkat daerah, terbangunnya sistem pelaporan digital yang terintegrasi, serta terciptanya budaya kerja inovatif di lingkungan pemerintahan.
Di akhir sambutannya, Abraham berharap BRIDA mampu menjadi motor penggerak utama dalam menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem inovasi daerah.
” Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Dari rutinitas harus menjadi kreativitas, dari prosedur menjadi solusi, dan dari menjalankan program menjadi menciptakan dampak,” tegasnya. (Lyddia Bahy).

