MIMIKA,(timikabisnis.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika memperketat kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem menjelang memasuki musim hujan.
Selain ancaman banjir, BPBD Mimika juga memantau kondisi kualitas udara yang dalam beberapa waktu terakhir diduga mengalami pencemaran. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi lingkungan melalui Pusat Pengendalian Data dan Informasi (Pusdalops) yang berada di SP2.
Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan dukungan tenaga teknis yang mengamati kondisi wilayah Mimika, mulai dari kawasan pegunungan, pesisir, hingga wilayah timur dan barat.
Menurut Fransiskus, kondisi kualitas udara yang telah berlangsung lebih dari sepekan perlu direspons melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dengan instansi yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan.
“Kita akan coba membangun koordinasi dan sinkronisasi dengan OPD terkait, terutama Dinas Kesehatan, untuk memastikan apakah kondisi udara yang ada saat ini ikut berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Fransiskus saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Hotel Grand Tembaga, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan hasil koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan bersama, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat serta menyiapkan upaya pencegahan apabila kondisi udara dinilai berpotensi membahayakan kesehatan.
Fransiskus juga menilai langkah sejumlah OPD yang telah membagikan masker kepada masyarakat merupakan upaya tepat sebagai bentuk perlindungan awal bagi warga.
Menurutnya, langkah pencegahan perlu terus diperkuat, termasuk dengan memperluas pembagian masker apabila kondisi di lapangan membutuhkan, guna membantu melindungi kesehatan pernapasan masyarakat.
Di sisi lain, BPBD Mimika mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring memasuki musim hujan. Kemarau panjang yang terjadi sebelumnya dinilai dapat memengaruhi kondisi tanah dan daya serap air.
Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat, kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat melakukan langkah antisipasi sejak dini dengan membersihkan saluran-saluran air dan mengangkat sampah yang dapat menghambat aliran.
“Kami mengimbau masyarakat mulai membersihkan saluran-saluran air dan mengangkat sampah yang ada, sehingga ketika hujan turun, air dapat mengalir dengan baik dan tidak menimbulkan banjir,” tandasnya.
Kendati demikian,ia mengatakan,BPBD Mimika juga terus mendorong sinergi lintas OPD dalam melakukan pemantauan dan mitigasi bencana, sehingga potensi dampak banjir maupun cuaca ekstrem dapat diminimalkan.(Liddya Bahy)

