Bea Cukai Dorong Ekspor Bahan non Tambang dari Timika

Timika (timikabisnis.com) –¬†Jajaran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Amamapare bekerja sama dengan berbagai instansi terkait terus mendorong tumbuhnya eksportir bahan non tambang dari Timika, Papua.

Kepala KPPBC Amamapare I Made Aryana melalui Pelaksana Harian Faudzi Ahmad Syafrullah di Timika, Jumat, mengatakan kegiatan ekspor bahan non tambang dari Timika yaitu kepiting hidup (karaka) oleh Usaha Dagang Putri Desi telah berhenti sejak Maret 2018.

Saat ini pengusaha tersebut telah memindahkan seluruh kegiatan eksport kepitingnya ke manca negara melalui Pelabuhan Ekspor Ambon, Maluku. Padahal kepiting yang dikirim ke luar negeri seperti ke Singapura, China dan negara-negara di Asia Timur tersebut berasal dari Timika dan sekitarnya.

“Bersama stake holder yang ada di Timika kami terus mendorong bagaimana caranya agar pengusaha-pengusaha di Timika bisa melakukan kegiatan ekspor komoditas perikanan maupun tumbuhan langsung dari Timika. Kepala kantor kami (I Made Aryana) bulan depan akan menawarkan sebuah wadah bernama ‘Klinik Ekspor Pace’ sebagai wahana untuk menjawab kebutuhan para calon eksportir di Timika,” kata Faudzi.

Klinik Ekspor Pace tersebut dibuka di kantor pembantu KPPBC Amamapare yang terletak di kawasan Kuala Kencana.

Melalui wadah itu diharapkan para pengusaha lokal bisa belajar bagaimana tata cara melakukan ekspor maupun impor, ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan kegiatan ekspor dan beragam informasi lainnya.

Melalui koordinasi dengan instansi terkait seperti pihak karantina hewan dan tumbuhan serta karantina perikanan, jajaran KPPBC Amamapare juga mendapatkan data-data para pelaku usaha di bidang perikanan dan pertanian yang bisa didorong untuk melakukan kegiatan ekspor produknya langsung dari Timika.

“Informasi dari rekan-rekan karantina perikanan ada satu pengusaha yang memiliki prospek bagus di bidang perikanan. Kami akan mendorong agar tahun ini mereka bisa mengekspor langsung dari Timika, produknya berupa ikan beku atau file,” jelas Faudzi.

Pihak KPPBC Amamapare juga menyambut positif rencana kegiatan ekspor perdana produk gaharu oleh salah seorang pengusaha di Timika.

Pengusaha tersebut diketahui sebagai pengepul gaharu dari beberapa kabupaten tetangga sekitar Mimika seperti Asmat, Nduga, Yahukimo dan daerah-daerah lainnya.

“Bea Cukai tidak bisa melakukan ini sendiri tetapi membutuhkan bantuan dan kerja sama semua pihak agar para pengusaha di Timika bisa melakukan ekspor produknya langsung dari Timika. Dengan adanya produk yang nantinya bisa diekspor langsung dari Timika maka kami akan mencatat devisa yang masuk ke negara merupakan kontribusi dari Timika,” jelas Faudzi. (gby)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *