TIMIKA (timikabisnis.com) – Pelaksanaan Konferensi Sinode XI Gereja Kemah Injil (KINGMI) se Tanah Papua di undur dalam waktu yang belum dapat ditentukan, karena adanya lonjakan kasus covid-19 varian delta yang baru-baru ini yang masuk di Papua khususnya di Mimika.
Pelaksanaan konfrensi ini sebelumnya akan dilakukan di Kabupaten Puncak, namun karena situasi yang saat itu mencekam maka diputuskan di pindahkan di kabupaten Mimika, dan rencana pelaksanaan kegiatan yang akan di gelar di Mimika juga kembali di undur.
Ketua Panitia Konfrensi Kingmi, Willem Wandik yang juga adalah Bupati Puncak saat usai melakukan pertemuan rapat evaluasi covid-19 mengatakan bahwa pengunduran kegiatan itu belum dapat dipastikan kapan akan di gelar kembali karena melihat situasi yang mencekam dengan tingginya kasus covid-19 yang terus bertambah di Mimika.
“Saya mau menyampaikan kepada seluruh gereja Kingmi di tanah Papua, bukan tidak mau melaksanakan kegiatan tetapi karena covid semakin meningkat” ucapnya saat melakukan konfrensi bersama media, Rabu (21/7) Timika.
“Apalagi Mimika masuk dalam zona merah, dengan itu kegiatan kami undur dengan waktu yang tidak ditentukan” lanjutnya.
Ia berharap ketika pelaksanaan Konfrensi Kingmi kembali digelar, situasi Papua khususnya Mimika sudah kondusif aman dari kasus covid-19.
“ Jika dinyatakan bahwa daerah Timika atau Papua atau Indonesia, covidnya sudah menurun baru kita akan melaksanakan konfrensi Kingmi” tuturnya.
Ia juga mohon kerjasama dan dukungan dari semua pihak dan masyarakat agar kasus wabah covid-19 di seluruh daerah khususnya di Papua agar segera menurun sehingga semua kegiatan-kegiatan termasuk PON dan Pesparawi juga Konfrensi Kingmi agar dapat terselenggarakan. (yun)

