Timika (timikabisnis) – VP PT Freeport Indonesia (PTFI) Joni Lingga mengatakan hingga kini masih menunggu kepastian waktu vaksin datang ke Indonesia. Menurut rencana vaksin itu tiba pada kwartal April-Juni sebanyak 70.000 dosis oleh Bio Farma dan perusahaan aviliasinya Indo Farma.
Menurut Joni, Manajemen PTFI berusaha terus untuk mendapatkan vaksin covid 19 yang dikategorikan vaksin gotong-royong atau vaksin mandiri yng disiapkan pemerintah.
Manajemen PTFI terus berkoordinasi ke Kementrian Kesehatan, mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat. PTFI juga menyurat langsung ke Bio Farma.
Bio Farma adalah persero BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai distributor bersama aviliasi atau anak perusahaannya. Manajmen PTFI sudah bersurat ke Kementrian Kesehatan dengan tembusan ke Kementrian BUMN, juga ke pihak-pihak terkait lainya.
PTFI bermasud memesan 70.000 dosis cukup untuk dua kali suntik bagi 30.000 karyawan PTFI dan keluarga termasuk kontraktor yang bekerja di area Job Site. Pokoknya yang di Job Site PTFI berkeinginan untuk vaksin semuanya.
PTFI kata Joni berkeinginan membeli lagi sekian dosis untk mempersiapkan bagi warga yang ada disekitar area kerja karena mereka juga saudara-sauara yang harus mendapat vaksin yang sama dengan yang lainnya.
“ sampai sekarang memang belum ada jawaban, dan memang informasi yang dirinya dapat melalui zoom meeting beberapa waktu vaksin ini belum datang.
Karena vaksin gotong royong atau vaksin mandiri belum tiba di Indonesia. Vaksin ini tiba pada kwartal kedua tahun ini.
Selain itu informasi bahwa juknis belum rampung oleh Kementrian Kesehatan BUMN dan lain-lain. Itu saat yang kita lakukan melalui SOS Internasional, MAN ID dan juga Kementrian BUMN dan terakhir sebagai penentuan adalah Kementrian Kesehatan,” ujar Joni.
Menunggu kepastian ketersediaan vaksin ini, jelas dia manajemen PTFI telah mempersiapkan logistik. Misalnya untuk vaksin Sinovam ini mesti disimpan pada suhu minus 2 dan minus 3 derajat Celsius.
Kemudian untuk vaksin Moderna disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius. Logistik sudah disiapkan PTFI termasuk tenaga-tenaga yang akan melakukan vaksinasi nanti yaitu dari SOS Internasional.
“Kita sudah lakukan itu, dan tenaga kami siap, fasilitas kami siap, tinggal saja menunggu barangnya datang. Sampai sekarang juga harganya belum ditentukan pemerintah, Surat Presiden Direktur kami sudah kirim ke Bio Farma dan Indo Farma sebagai anak perusahaan Bo Farma, dengan tembusan ke Kemenkes, Kemen BUMN, termausk ke SOS Internasional sebagai pelaksana di lapangan.,” terang Joni.
Berkaitan dengan program vaksinasi ini, ternag dia PTFI tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah karena bisa mengganggu kegiatan-kegiatan pemerintah untuk melayani rakyat. Sehingga PTFI dengan SOS sebagai pelaksana vaksin di semua lokasi job site nanti. (don)

