Timika (timikabisnis) – 15 Organisasi Wanita Kabupaten Mimika mengikuti lomba merangkai bunga dan menghias buah serta fashion show yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Mimika dalam menyongsong Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember mendatang. Lomba berlangsung di Gedung Tongkonan, Senin (7/12) .
Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Mimika, Maria Rettob kepada wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan ini melibatkan semua GOW di Kabupaten Mimika. Ada 15 organisasi wanita yang ikut dalam lomba merangkai bunga dan buah, dan 13 peserta fashion show yang terdiri dari anak-anak yang orang tua mereka ada di organisasi wanita ini. Lomba ini dalam menyemarakkan hari Ibu yang nantinya akan dirayakan pada 22 Desember mendatang.
Dengan kegiatan semcacam ini, mengajak ibu-ibu untuk mengasah kemampuan, ketrampilan mereka dalam bidang pekerjaan ibu-ibu. Merangkai bunga dan buah, butuh keterampilan, seni, dan ibu-ibu yang ikut dalam lomba ini pasti mereka yang terplih dan pandai dalam merangkai bunga dan buah. Tidak hanya itu ibu-ibu juga trampil mengajar anak-anak mereka untuk tampil dalam arena fashion show.
“Lihat saja kita buka pendaftaran ternyata ada 13 anak dan remaja yang ikut dan hari ini yang tampil ada 13 orang yang tampil diatas cat walk. Kita juga mengundang Juri berpengalaman soal merangkai bunga dan juga fashion show. Siapa yang terbaik itu mereka yang akan terpilih sebagai pemenang dalam lomba kali,” kata Maria.
DP3P2KB Kabupaten Mimika, kata Maria terus menggalang dan menghimpun organisasi perempuan yang selama ini tidak aktif perlu dibangkitkan kembali dengan melibatkan mereka dalam lomba-lomba seperti ini.
Ditanya soal perayaan Hari ibu pada 22 Desember mendatang, Maria Rettob menjelaskan, sekarang masih masa pendemi, sehingga warga pemerintah di larang kegiatan yang mengumpulkan massa. Sehingga belum tahu jelas apakah Hari Ibu bisa dirayakan atau tidak. Jika tidak memungkinan maka puncak acaranya tidak akan dilakukan. “ Jika kita diijinkan oleh Satgas Covid 19 maka kami akan rayakan bersama dengan semua organisasi wanita se Kabupaten Mimika. Jika tidak diijinkan maka pihaknya tidak berani mengambil risiko ditengah pandemi yang kian merebak di negara ini, “ ujar Maria Rettob. (tim)

