Timika (timikabisnis) – Kepala Suku yang juga Tokoh Masyarakat Kamoro, Timoteus Samin meminta pihak TNI/Polri terus bersinergi bersama masyarakat lokal yang ada di Kabupaten Mimika. Negara juga daerah ini mau kuat, maju dan sejahtera maka rakyat juga harus maju dulu, kuat dulu, kemudian sejahtera.
“ Acara yang dilakukan TNI (Kogapwilhan) hari ini, dalam rangkan menjalin keakraban, kebersamaan dengan rakyat. Dengan demikian terciptanya hubungan yang salaras antara TNI dengan rakyat. Dengan demikian semboyan TNI lahir dari rakyat, bisa terwujud nantinya,” kata Timoteus Samin usai acara bakar batu di Mako Kogabwilhan III di SP 5, Kampung Limau Asri, Rabu (2/12).
Timoteus juga mengucapkan terima kasih kepada TNI yang selalu melibatkan Suku Kamoro dan Amungme dalam setiap agenda kegiatan besar mereka. Keakraban yang terjalin selama ini perlu dijaga bersama agar kedepan lebih harmonis lagi.
Soal sinergi jelas dia, tidak hanya kegiatan-kegiatan seremonial semacam ini, tapi leibh dari itu ada kegiatan pemberdayaan yang dapat melibatkan masyarakat dua suku ini. Mungkin di lembaga TNI ada pelatihan-pelatihan apa bisa melibatkan generasi muda Kamoro dan Amungme. Atau setiap tahun ada program penerimaan anggota TNI, setidaknya TNI AD, TNI AU, TNI AL, Kepolisian dapat merekrut anak-anak dua suku agar mereka bisa jadi anggota TNI dan Polri.
“ Saat ini Kogabwilhan ini baru mulai bangun, setelah aktif bisa merekrut anak-anak asli dua suku untuk bisa jadi pegawai atau tenaga saja. Permintaan kami agar pimpinan Kogabwilhan, Dandim 1710,Kamandan Lanal Timika,komandan Lanud Timika, Kapolres, dan pimpinan TNI dan polri yang lain bisam menjadi pertimbangan. Kami bukan memaksa tapi kalau ada kesempatan kenapa anak-anaka asli tidak bisa jadi anggota TNI atau polisi,” terang Timoteus.
Khusus kepada masyarakat Kamoro, dia berpesan untuk menjaga kehadiran Kogabwilhan di wilayah adat Kamoro ini. Jaga persatuan ,kebersamaan yang sudah terjalin, apalagi dalam bulan ini orang Kamoro mau menyambut kedatang Yesus dengan penuh kedamaian, sukacita, dan tidak boleh ada permusuhan, konflik dan pertikaian.
Jika kedepan ada anak-anak sudah selesai sekolah, sebagai orang tua bisa cari informasi di Kodim, Kogabwilhan III, Lanud, Lanal, dan Polres supaya anak-anak itu bisa ikut seleksi calon anggota TNI dan polisi. Yang hindari miras, jauhi pergaulan bebas, dan jaga diri supaya jangan kena penyakit. Sebab calon tenatara dan polisi pemeriksaan kesehatan sangat ketat jadi yang itu harus jaga betul. (tim)

