MIMIKA, (timikabisnis.com)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi, kebakaran, dan evakuasi pasien di Gedung Pusat Diagnostik, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapan petugas sekaligus memastikan prosedur penanganan keadaan darurat berjalan sesuai standar keselamatan rumah sakit.
Kegiatan simulasi tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika merupakan tindak lanjut dari pembekalan materi dan gladi bersih yang dilaksanakan sehari sebelumnya. Fokus kegiatan meliputi kesiapan petugas, koordinasi antarlembaga, penanganan korban, hingga proses evakuasi pasien dari gedung bertingkat.
Direktur RSUD Kabupaten Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi akreditasi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan rumah sakit.
” Harapannya, ketika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, pegawai RSUD yang sudah dilatih ini dapat bertindak sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Karena itu, simulasi seperti ini harus dilaksanakan secara terjadwal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Gedung Pusat Diagnostik dipilih karena memiliki sejumlah layanan dengan risiko khusus, seperti Radiologi, Radioterapi, Laboratorium, Unit Pelayanan Darah, Hemodialisis, Kemoterapi, dan Rehabilitasi Medik. Selain itu, gedung tersebut juga menjadi pusat aktivitas pasien dan pengunjung.
Menurut Faustina, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat. Karena itu, petugas dituntut mampu melakukan evakuasi secara cepat dan aman tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan yang sedang berlangsung.
” Yang harus kita utamakan adalah keselamatan pasien, termasuk bagaimana pasien dievakuasi dengan cepat dan aman. Namun, pelayanan kepada pasien yang sedang berlangsung juga harus tetap menjadi perhatian dan tidak boleh terganggu oleh pelaksanaan simulasi,” tegasnya.
Dalam praktiknya, simulasi memperagakan dua skenario utama. Pertama, kebakaran di lantai satu yang ditangani petugas pemadam internal rumah sakit sebelum berkoordinasi dengan BPBD dan petugas pemadam kebakaran. Tim bantuan dilaporkan tiba di lokasi dalam waktu sekitar tiga menit hingga api berhasil dipadamkan.
Skenario berikutnya adalah gempa bumi yang menyebabkan seorang pasien terjebak di lantai tiga. Tim penyelamat rumah sakit bersama personel BPBD kemudian melakukan evakuasi melalui tangga darurat menuju titik aman tanpa menggunakan lift.
Selain itu, sejumlah prosedur turut diuji, mulai dari pengumuman kode kedaruratan, aktivasi pusat komando, triase korban, hingga koordinasi dan serah terima korban kepada BPBD Kabupaten Mimika.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mimika, Aser Kornelius Korwa, menilai simulasi tersebut penting untuk memastikan seluruh unsur memahami peran masing-masing ketika menghadapi bencana.
” Simulasi ini sangat penting untuk menguji kesiapan rumah sakit, baik dari sisi petugas, koordinasi antarlembaga maupun prosedur penyelamatan pasien apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” ungkap Aser.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung kondusif. Sebelum simulasi dimulai, pihak rumah sakit telah menyampaikan informasi kepada seluruh ruangan terkait kegiatan dan jalur evakuasi sehingga pasien maupun pengunjung tetap tenang dan pelayanan lainnya berjalan normal.
” Harapan kami, melalui simulasi ini seluruh pihak semakin siap, sigap, dan mampu bertindak cepat serta tepat dalam melindungi keselamatan pasien, tenaga medis maupun pengunjung apabila terjadi bencana,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

