MIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan, SE, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), melaksanakan kegiatan reses tahap III tahun 2026 di wilayah RT 08, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri para ketua RT, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta warga dari berbagai RT di wilayah Kelurahan Pasar Sentral. Kehadiran politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Jhon Thie itu disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut. Selain menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan, pertemuan itu juga diisi dengan tradisi bakar batu sebagai bentuk kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat. Sebelum kegiatan dimulai, acara diawali dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Jhon Thie menyampaikan terima kasih kepada para ketua RT, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, dan seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan reses tersebut.
Ia menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas anggota legislatif untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta menyerap aspirasi dari daerah pemilihan masing-masing.
“Saya sebagai anggota legislatif Papua Tengah dari Dapil V Mimika tentu melaksanakan reses di sini untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat,” ungkap Jhon Thie.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, infrastruktur, kesehatan, dan keamanan lingkungan. Berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Salah seorang warga, Yul, menyampaikan persoalan banjir yang masih menjadi perhatian masyarakat. Ia berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada pemerintah agar mendapatkan penanganan yang serius dan tepat sasaran.
Selain persoalan banjir, Yul juga menyampaikan kebutuhan penerangan jalan untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan, terutama pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, warga turut menyampaikan terima kasih bakal dimulainya pengerjaan jalan pada tahun ini. Mereka berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aspirasi lainnya disampaikan Legonda, salah seorang kader Posyandu. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas pelayanan Posyandu di wilayahnya masih belum memadai, terutama karena kekurangan kursi dan kondisi tempat pelayanan yang dinilai belum layak.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas tersebut menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, anak-anak biasanya mendapatkan makanan tambahan dari pemerintah distrik. Namun, bantuan tersebut kini tidak lagi diterima sehingga diharapkan ada perhatian dari pemerintah terkait keberlanjutan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Sementara itu, Hendrikus, Ketua RT 01 Kelurahan Perintis, menyampaikan persoalan kebutuhan air bersih yang masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa jaringan pipa air telah tersedia, tetapi kebutuhan air bersih warga masih belum terpenuhi sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Selain air bersih, Hendrikus juga mengusulkan pembangunan pos keamanan lingkungan (Pos Kamling) untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jhon Thie menyampaikan bahwa masukan yang diberikan masyarakat merupakan hal penting yang perlu dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, berbagai usulan pembangunan dan kebutuhan pelayanan masyarakat dapat disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kelurahan, distrik, hingga kabupaten.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa reses tetap menjadi bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, serta mengetahui kebutuhan nyata yang dihadapi warga.
“Ini masukan yang sangat berharga. Namun, tentu ini menjadi bagian dari pemerintah melalui Musrenbang tingkat kelurahan, distrik, dan kabupaten. Tidak terlepas dari tugas DPR yang turun langsung di tengah-tengah masyarakat. Aspirasi ini menjadi perhatian atau catatan saya. Semoga tahun depan bisa terjawab,” ujarnya.
Secara khusus, terkait persoalan fasilitas Posyandu, Jhon Thie menyampaikan akan memberikan perhatian dan meneruskan aspirasi tersebut kepada Pemerintah agar dapat dipertimbangkan untuk ditindaklanjuti.
Ia juga menyoroti persoalan air bersih yang menurutnya terus menjadi keluhan masyarakat dari tahun ke tahun. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius agar kebutuhan dasar tersebut segera mendapatkan solusi.
Melalui kegiatan reses tahap III tahun 2026 ini, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah. Persoalan banjir, penerangan jalan, fasilitas Posyandu, makanan tambahan bagi anak-anak, ketersediaan air bersih, hingga pembangunan Pos Kamling menjadi sejumlah kebutuhan yang disuarakan warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung, dengan harapan aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait demi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika.
Kegiatan reses tahap III tahun 2026 tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara Anggota DPR Papua Tengah Yohanes Felix Helyanan, yang akrab disapa Jhon Thie, bersama para ketua RT, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, dan warga yang hadir. (Anis Batalotak)

