MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Distrik (Pemdis) Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, mulai mematangkan penyusunan program kerja untuk tahun anggaran 2027. Dari sejumlah rencana yang disiapkan, percepatan penurunan angka stunting menjadi salah satu perhatian utama pemerintah distrik.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi, mengatakan penyusunan program kerja tahun 2027 masih berlangsung dengan mengacu pada kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Program kegiatan tahun 2027 sementara masih kami susun. Ada beberapa program, terutama penurunan angka stunting. Itu menjadi program utama dari visi misi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong,” ucap Edwin, Rabu (30/9/2026).
Selain penanganan stunting, sejumlah kebutuhan infrastruktur dan lingkungan juga masuk dalam rencana kerja. Di antaranya pembersihan jalan, pembangunan drainase atau taling, serta pengadaan lampu penerangan jalan di sejumlah kampung.
Menurut Edwin, usulan penerangan jalan terlebih dahulu disampaikan oleh masing-masing kampung sebelum dibawa ke tingkat distrik. Sementara pembangunan fisik dengan skala lebih besar menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Meski demikian, pemerintah distrik tetap mendorong berbagai kebutuhan tersebut melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
“Kami tetap memasukkan usulan lewat Musrenbang. Ada program yang memang tidak boleh ditunda,” katanya.
Edwin menambahkan, kebutuhan anggaran untuk setiap program sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis, jarak tempuh, serta situasi lapangan di wilayah Kwamki Narama.
Pemerintah distrik juga tetap memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH).
Sejumlah usulan untuk tahun berjalan, kata dia, telah mendapat respons pemerintah, termasuk pembangunan beberapa unit lampu penerangan di kampung, akses jalan masuk kampung, hingga peningkatan jalan utama.
“Harapan kami, ke depan, pembangunan dapat terus dilaksanakan secara merata dengan memperhatikan berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain infrastruktur, sektor pendidikan dan kesehatan juga akan terus didorong dalam perencanaan pembangunan, termasuk melalui perubahan anggaran apabila diperlukan,” tandasnya.(Liddya Bahy)

