DTPHP Mimika Perkuat Pengembangan Pertanian Masyarakat OAP

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika terus memperkuat pengembangan sektor pertanian masyarakat Orang Asli Papua (OAP) melalui dukungan program yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026.

Plt. Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan anggaran Otsus sekitar Rp12 miliar tersebut difokuskan untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat lokal.

Dukungan itu mencakup penyediaan sarana dan alat pertanian, pupuk, serta berbagai jenis bibit tanaman yang dibutuhkan petani.

“Kita peruntukkan semua untuk masyarakat lokal. Tidak ada yang kita alokasikan ke luar OAP,” ujar Abdul Haris saat diwawancarai usai kegiatan, Rabu (19/8/2026).

Menurut Haris, bantuan yang disalurkan meliputi benih sayuran dan tanaman lokal, bibit keladi, ubi jalar, ubi kayu, hingga bibit nanas yang dikembangkan oleh masyarakat.

DTPHP juga berupaya menyediakan bibit berkualitas untuk menunjang produktivitas sekaligus mendorong pengembangan komoditas pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Haris menjelaskan, realisasi penyerapan anggaran dari total alokasi tersebut saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Sementara progres fisik kegiatan berada di kisaran 50 persen.

Ia mengakui pelaksanaan sejumlah program sempat mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut antara lain disebabkan proses awal kegiatan yang terlambat serta adanya persyaratan baru dalam proses pengadaan.

“Sekarang sudah berproses. Kalau sudah ada SPK, itu sudah termasuk laporan fisik. Barangnya juga sudah ada, tinggal berproses untuk SP2D pencairan. Ada juga yang masih dalam perjalanan,” jelasnya.

Menjangkau Wilayah Pedalaman, Haris mengatakan penyaluran bantuan pertanian tidak hanya menyasar masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah berdasarkan usulan petani melalui proposal yang diajukan kepada DTPHP.

Penerima bantuan tersebar di sejumlah distrik, termasuk wilayah pedalaman seperti Agimuga dan Tembagapura.

Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan transportasi menjadi tantangan dalam proses penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DTPHP bekerja sama dengan pegawai distrik agar bantuan dapat dititipkan dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat penerima.

“Faktor transportasi dan geografis menjadi hambatan. Karena itu, kita bekerja sama dengan pegawai distrik untuk membantu menitipkan dan menyalurkan bantuan ke masyarakat,” katanya.

Ia berharap dukungan melalui dana Otsus dapat meningkatkan kapasitas petani lokal, memperkuat produktivitas pertanian, serta mendorong masyarakat OAP mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi.

Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha pertanian masyarakat OAP di Kabupaten Mimika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *