Terkait Sampah, Dulu: Angkat, Kumpul, Buang, Sekarang: Angkat, Kumpul, Olah

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tengah merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah sebagai langkah memperkuat sistem penanganan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Revisi perda tersebut mengubah paradigma lama yang selama ini berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan sampah menjadi pengelolaan yang menyeluruh, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan.

Hal itu disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai memimpin apel gabungan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (3/8/2026).

Menurut Johannes, pengelolaan sampah tidak lagi cukup hanya mengangkut sampah dari permukiman ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah kini ingin memastikan sampah yang dihasilkan masyarakat dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Kalau dulu kita bicara angkat, kumpul, buang. Sekarang yang kami susun adalah angkat, kumpul, olah,” tegas Johannes Rettob.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan memperkuat berbagai program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti pengembangan bank sampah, kios sampah, hingga berbagai inovasi lain yang mampu mengubah sampah menjadi sumber pendapatan.

Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah. Selain mendukung kebersihan lingkungan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Dalam revisi perda tersebut, dikatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Mimika juga akan memperkuat aspek penegakan aturan. Regulasi baru nantinya akan memuat sanksi yang lebih efektif bagi pelanggaran pengelolaan sampah, disertai mekanisme pengawasan yang lebih optimal agar implementasinya berjalan sesuai ketentuan.

Johannes menegaskan, perubahan regulasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan mencari pola-pola agar sampah ini bisa menjadi uang yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *