Politisi PAN Pertanyakan Antrean BBM: Jika Kuota Cukup, Mengapa Antrean Masih Terjadi di SPBU Mimika?

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Bersatu (DPRK) Mimika dari Partai Amanat Nasional (PAN) Agustinus W. Murib

mempertanyakan masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mimika. Meski kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Mimika dinilai mencukupi, antrean kendaraan masih menjadi pemandangan yang hampir setiap hari dikeluhkan masyarakat.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, instansi teknis terkait, dan PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab antrean yang terus terjadi.

“Yang menjadi pertanyaan masyarakat, di mana letak persoalannya? Kalau kuota BBM tersedia, mengapa antrean di SPBU masih terus terjadi? Kami meminta instansi terkait dan Pertamina memberikan penjelasan yang transparan sehingga masyarakat mengetahui penyebab sebenarnya,” ujar Agustinus Murib yang kini dipercayakan sebagai Sekretaris Fraksi Rakyat Bersatu DPRK Mimika, Kamis (23/7/2026).

Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai persoalan distribusi BBM perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, jika kuota yang dialokasikan untuk Mimika sudah mencukupi, maka perlu diketahui apakah persoalan terjadi pada sistem distribusi, proses penyaluran ke SPBU, pelayanan di lapangan, atau faktor lainnya.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi dari pemerintah daerah dan Pertamina sangat penting agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Dengan penjelasan yang jelas, masyarakat juga dapat memahami kondisi yang sebenarnya sekaligus mengetahui langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, antrean panjang di SPBU juga dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi. Banyak warga yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja, mengangkut barang, maupun menjalankan usaha harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh BBM.

“Kalau kondisi ini terus terjadi, tentu akan menghambat produktivitas masyarakat. Karena itu perlu ada evaluasi menyeluruh dan langkah konkret agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.

Agustinus Murib mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi serta pelayanan di SPBU.

Menurutnya, koordinasi yang baik antar instansi menjadi kunci agar pasokan BBM dapat tersalurkan secara optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa harus menghadapi antrean panjang setiap hari.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan distribusi BBM di Kabupaten Mimika.

“Kami berharap ada langkah nyata yang segera dilakukan sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik dan persoalan antrean BBM dapat diatasi,” tegasnya.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *