MIMIKA,(timikabisnis.com) – Semangat melestarikan budaya lokal mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Mimika, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 10 pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK mengikuti lomba menyanyi solo lagu daerah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Lomba tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan HAN 2026 yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Papua melalui lagu-lagu daerah.
Seluruh peserta diwajibkan membawakan dua lagu, yakni lagu wajib Noro Eneye Ma dan satu lagu pilihan yang telah ditetapkan panitia.
Kepala DP3AP2KB Mimika, Yohana Arwom, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Papua kepada generasi muda.
Menurutnya, kegiatan seni seperti ini dapat menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi sekaligus menghindarkan mereka dari berbagai pengaruh negatif yang semakin marak.
“Jangan ada kekerasan lagi di mana-mana. Sekarang ini ada banyak kasus narkoba dan pelecehan seksual. Lewat kegiatan seperti ini, kita berupaya memproteksi diri kita, anak-anak kita dari hal-hal negatif,” ujar Yohana saat membuka lomba di Graha Eme Neme Yauware.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tampil percaya diri dan bangga membawakan lagu daerah sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Papua.
Salah satu peserta, Dirtha Sidaney Muskitta dari SMA Negeri 7 Mimika, mengaku antusias mengikuti perlombaan tersebut. Meski berasal dari suku Ambon dan baru sekitar satu tahun menetap di Timika, ia tertarik mempelajari lagu-lagu daerah Papua.
Dirtha mengatakan lagu Noro Eneye Ma, yang berasal dari Suku Kamoro, memiliki makna mendalam karena menceritakan kerinduan terhadap kampung halaman, eratnya hubungan kekeluargaan, serta ikatan batin seseorang dengan tanah kelahirannya.
Untuk tampil maksimal, ia mempersiapkan diri selama sekitar satu pekan. Meski sempat merasa gugup karena harus menyanyikan lagu daerah yang baru dipelajarinya, Dirtha bersyukur dapat menyelesaikan penampilannya dengan baik.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang terdorong untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan lagu-lagu daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
“Saya berharap bisa menjadi anak Indonesia yang menginspirasi generasi muda. Saya juga ingin mengajak teman-teman untuk tidak melupakan budaya kita. Saya saja yang berasal dari Ambon bangga bisa mempelajari budaya Papua,” tuturnya.(Liddya Bahy)

