Diabetes dan Hipertensi Mengintai Usia Muda di Mimika, Jangan Lupa Olahraga dan Jaga Pola Makan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Diabetes melitus (DM) dan hipertensi kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Mimika. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua penyakit tidak menular (PTM) tersebut bahkan telah masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak di Mimika. Yang lebih mengkhawatirkan, penderitanya kini tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, tetapi mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Farida, mengatakan perubahan pola penyakit ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, penyakit menular masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan, sementara penyakit tidak menular terus menunjukkan tren peningkatan.

“Kita di Mimika mendapatkan tantangan, di mana penyakit menular belum bisa kita atasi dengan begitu baik, tetapi penyakit tidak menular juga sudah mulai masuk ke 10 besar penyakit, terutama Diabetes Melitus dan hipertensi,” ujar Farida, Kamis (16/7/2026).

Menurut Farida, jika sebelumnya diabetes dan hipertensi lebih banyak dipengaruhi faktor usia maupun keturunan, kini gaya hidup menjadi penyebab utama meningkatnya kasus kedua penyakit tersebut. Pola makan tinggi gula, konsumsi makanan instan dan olahan yang mengandung bahan pengawet, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang semakin dominan.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut sebenarnya pernah diprediksi oleh seorang peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) saat melakukan kunjungan ke Mimika beberapa tahun lalu.

“Saya masih ingat beliau mengatakan, ‘Saya bisa prediksi 10 tahun ke depan Timika akan panen penyakit gula. Saya lihat sepanjang jalan banyak orang gemuk.’ Kalimat itu sampai sekarang masih saya ingat,” tuturnya.

Menurut Farida, prediksi tersebut kini mulai menjadi kenyataan. Karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Car Free Day setiap hari Sabtu yang dinilai menjadi ruang bagi masyarakat untuk lebih aktif bergerak sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.

“Car Free Day bukan hanya tempat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Puskesmas Timika mencatat usia penderita hipertensi kini semakin muda. Jika sebelumnya penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 40 tahun, kini kasus hipertensi mulai dijumpai pada masyarakat berusia sekitar 25 tahun.

“Rata-rata usia penderita hipertensi semakin turun. Bahkan sekarang sudah ditemukan pada usia sekitar 25 tahun. Karena itu kami berharap masyarakat mulai menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan lebih peduli terhadap kesehatannya sejak usia muda,” tandas Farida.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan. Menjaga pola makan bergizi seimbang, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, rutin berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah diabetes dan hipertensi.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *