MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerataan pembangunan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kampung Amamapare, Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika jalur pengangkatan, Frederikus Kemaku, melaksanakan Reses Tahap II Tahun 2026, Senin (13/7/2026).
Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari program bantuan pembangunan rumah, pembangunan gereja dan sekolah, hingga penyediaan akses transportasi yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Di sektor perumahan, warga meminta kejelasan mengenai perkembangan program bantuan pembangunan rumah. Mereka juga berharap adanya pendampingan dalam melengkapi persyaratan administrasi agar usulan yang telah diajukan dapat segera diproses dan direalisasikan.
Masyarakat turut mempertanyakan progres rencana pembangunan gereja dan sekolah yang selama ini telah diusulkan. Menurut warga, kedua fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan keagamaan sekaligus meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Pulau Karaka.
Selain itu, warga mengusulkan agar bantuan pembangunan rumah dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah. Skema tersebut dinilai lebih memungkinkan dibanding menunggu seluruh program direalisasikan sekaligus.
Di bidang sosial dan keagamaan, masyarakat juga mengharapkan bantuan alat musik keyboard untuk menunjang kegiatan ibadah di gereja.
Selain itu, warga meminta pemerintah dapat memperhatikan transportasi umum yang dapat mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju Pulau Karaka.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Frederikus Kemaku menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini bukan sekadar menyerap aspirasi baru, melainkan melakukan pengawasan terhadap berbagai usulan masyarakat yang hingga kini belum terealisasi.
“Kalau untuk hari ini di Pulau Karaka, kami tidak mencari aspirasi seperti biasa. Kunjungan ini lebih kepada pengawasan, untuk mengecek mengapa usulan pembangunan dari masyarakat sampai hari ini belum berjalan dan apa kendalanya,” kata Frederikus.
Ia mengatakan, melalui kunjungan tersebut masyarakat memperoleh penjelasan mengenai sejumlah hambatan yang menyebabkan program pembangunan belum dapat dilaksanakan.
“Selama ini masyarakat bingung. Dengan kehadiran kami, kami sudah menjelaskan apa yang menjadi kendala sehingga pembangunan belum berjalan di kampung ini. Harapan kami, persoalan yang ada sekarang bisa segera diselesaikan sehingga program-program yang telah diusulkan masyarakat dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Frederikus menegaskan akan terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat Pulau Karaka agar mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan kampung-kampung terpencil harus menjadi prioritas sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan dasar dan pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya di Kabupaten Mimika.(Anis Batalotak)

