Tak Berfungsi Optimal, Layanan Air Bersih di Mimika Tengah Disoroti Pansus DPRK Mimika

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menyoroti layanan air bersih di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, yang hingga kini belum berfungsi optimal dan belum memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

Hal itu terungkap saat Pansus Air Bersih DPRK Mimika melakukan peninjauan lapangan ke Kampung Atuka, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pansus Air Bersih, Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib, Sekretaris Pansus Federina Matirani, serta anggota Herman Tangke Pare, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Benyamin Sasrira, Anton Pali, dan Bilianus Zoani. Rombongan juga didampingi langsung Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait layanan air bersih yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Warga mengaku air hanya mengalir saat peresmian fasilitas dilakukan dan setelah itu tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga.

Tim Pansus saat melihat fasilitas di gedung instalasi air bersih

“Sejak diresmikan, air tidak pernah keluar lagi. Air hanya keluar saat peresmian,” ungkap salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi kepada tim pansus.

Selain persoalan distribusi air, warga juga mengharapkan adanya insentif atau honor bagi petugas yang bertugas mengelola fasilitas air bersih. Mereka juga mengeluhkan kondisi sejumlah pipa yang sudah mengalami kerusakan dan patah di beberapa titik.

Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas pansus untuk melihat langsung kondisi riil layanan air bersih yang telah dibangun pemerintah.

“Pansus Air Bersih turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di Kampung Atuka. Distrik ini termasuk wilayah yang cukup dekat dengan Kota Timika jika ditempuh melalui jalur laut, tetapi kondisi layanan air bersih yang kami temukan sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Ketua Tim Pansus dan Anggota lainnnya mendengarkan keluhan dari warga setempat

Menurut Rizal, secara fisik bangunan dan fasilitas pendukung masih terlihat terawat serta dilengkapi pagar pengaman. Namun, fungsi utama dari fasilitas tersebut sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat belum berjalan dengan baik.

“Syukur bangunannya masih terlihat bersih dan aman karena sudah ada pagar pengaman. Tetapi pada dasarnya manfaatnya sudah tidak dirasakan oleh masyarakat. Padahal pembangunan fasilitas ini telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pansus Air Bersih DPRK Mimika dan perlu segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah.

“Ini menjadi perhatian khusus bagi kami. Ke depan harus ada pembenahan yang serius. Kami berharap dalam waktu dekat dapat dilakukan pembahasan bersama pemerintah agar masalah ini segera ditangani,” tegasnya.

Foto bersama rombongan tim pansus dengan warga setempat usai kegiatan

Rizal juga meminta agar dilakukan pengecekan dan pengetesan ulang terhadap seluruh sistem jaringan air bersih guna mengetahui penyebab utama tidak berfungsinya layanan tersebut, termasuk kondisi pipa dan instalasi yang ada.

“Kami turun ke sini untuk melihat langsung kondisi air bersih di Atuka. Karena itu perlu dilakukan pengetesan ulang untuk mengetahui kerusakan yang terjadi sehingga dapat segera dilakukan perbaikan,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, mengatakan kendala yang temukan di lapangan menunjukkan bahwa fasilitas air bersih yang telah dibangun belum memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kampung Atuka.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada agar diketahui penyebab utama tidak berfungsinya layanan air bersih tersebut.

“Kita melihat langsung kondisi yang ada di lapangan. Fasilitasnya memang ada, bangunannya juga masih berdiri dengan baik, tetapi yang paling penting adalah masyarakat harus bisa menikmati air bersih. Kalau air tidak mengalir, berarti tujuan pembangunan ini belum tercapai,” ujarnya.

Asri menegaskan bahwa kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, hasil kunjungan Pansus akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar dapat mengambil langkah selanjutnya.

“Masyarakat sudah menyampaikan keluhannya secara langsung kepada kami. Ini tentu akan menjadi perhatian DPRK Mimika. Kami berharap pemerintah dapat menindaklanjuti sehingga fasilitas yang sudah dibangun dapat kembali berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar perbaikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur yang mengalami kerusakan, tetapi juga memperhatikan aspek pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas agar layanan air bersih dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai setelah diperbaiki nanti kembali mengalami masalah yang sama. Harus ada sistem pengelolaan dan pemeliharaan yang baik sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari program air bersih ini,” tutupnya. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *