MIMIKA,(timikabisnis.com) – Puskesmas Timika mencatat penurunan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Wilayah kerja Puskesmas Timika yang meliputi lima kelurahan dan satu kampung sebelumnya tergolong rawan DBD. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 250 kasus. Namun, pada tahun 2025 jumlah tersebut turun drastis menjadi 34 kasus.
Kepala Puskesmas Timika, Mozes Untung, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari upaya pengendalian yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan oleh pihak puskesmas bersama masyarakat.
“Untuk Puskesmas Timika sendiri, pada tahun 2024 terdapat 250 kasus, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi 34 kasus,” ujar Mozes, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, secara keseluruhan kasus DBD di Kabupaten Mimika juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 2.024 kasus, sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 130 kasus.
Mozes berharap upaya yang telah dilakukan sejak awal tahun dapat terus menekan laju penyebaran DBD. Kegiatan surveilans dan pengendalian vektor nyamuk yang dilakukan secara berkala dinilai efektif dalam menurunkan angka kasus.
Menurutnya, tim kesehatan lingkungan Puskesmas Timika secara rutin melakukan survei vektor di lokasi-lokasi yang terdeteksi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Jika ditemukan genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, segera dilakukan tindakan abatisasi.
“Tim kami rutin melakukan survei vektor. Jika ditemukan tempat pembiakan nyamuk di suatu wilayah, langsung dilakukan tindakan abatisasi,” jelasnya.
Selain itu, setiap kasus DBD yang ditemukan akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi serta kegiatan tambahan seperti fogging di wilayah terdampak.
Puskesmas Timika juga aktif melakukan upaya promotif melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi seperti WhatsApp. Upaya preventif dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan rutin pencegahan DBD, mengingat hingga kini belum tersedia obat khusus untuk penyakit tersebut.
“DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk, sehingga upaya pencegahan promotif dan preventif sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas DBD,” tutup Mozes.(Liddya Bahy)

