Kunjungi Bagian Umum dan Perlengkapan Setda, Komisi I Dorong Penataan Lapangan Upacara

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melaksanakan kunjungan kerja pada kegitan pengawasan tahap II tahun 2025 ke Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Mimika. Kunjungan tersebut dengan tujuan  untuk mengetahui program apa saja yang sudah terealisasi dalam tahun berjalan, serta apa saja kekurangan yang perlu dibenahi, Jumat (29/8/2025).

Pertemuan dihadiri ketua Komisi I DPRK Mimika Alfian Akbar Balyanan, Wakil Ketua Daud Bunga, Sekretaris Anthon Pali, anggota Anton Alom, dan ibu Ester Rika Komber. Rombongan komisi I disambut oleh Kabag umum Heri Onawame, dan jajaran kasubag.

Heri menjelaskan untuk tahun 2025 ini progres pekerjaan fisik sudah berjalan sekitar 60 persen sisanya masih progres, sedangkan realisasi keuangan mencapai 50 persen.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini yakni pemeliharaan gedung pusat pemerintahan (puspem), rumah jabatan Bupati, Wakil Bupati, dan sekda.

Di rumah jabatan menjadi fokus rehab bangunan, pengadaan perlengkapan rumahtangga. sedangkan Pemeliharaan gedung puspem dengan usia sekitar 15 tahun, sudah mulai rusak. Anggaran dioptimalkan bisa terserap untuk kegiatan yang krusial.

Terkait rencana kedepan, beberapa hal yang menjadi prioritas yaitu, penataan halaman upacara, pemeliharaan rutin, kebersihan, listrik, dll. Sedangkan program belanja modal masih menunggu kebijakan anggaran.

Untuk tahun 2026 rencana awal (ranwal) bagian umum dan aset mengusulkan anggaran sebesar 76 Miliar namun baru disetujui 20 miliar, anggaran ini diperuntukkan tiga program yaitu pembangunan Gapura, rehab pagar, dan penataan halaman.

Wakil Ketua Daud Bunga mengatakan, kadang perencanaan bagus namun pelaksanaan tidak, dalam penjabaran renja sebaiknya menggunakan konsultan yang profesional. Menurut kami anggaran bagian umum cukup kecil untuk menghandle gedung puspem.

“Untuk rehab gedung harus direncanakan secara sistematis, walaupun menggunakan anggaran besar namun kualitas terjamin” ujarnya.

Sekretaris komisi I Anton Pali menyoroti kurangnya koordinasi antara legislatif dan eksekutif, menurutnya pemerintah dan legislatif harus seiring sejalan untuk bersinergi membangun kabupaten Mimika. “Kami Dewan kadang tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti kegiatan pemerintah, yang seharusnya DPR bersama Pemerintah menghadiri kegiatan tersebut. hal ini penting agar tidak ada persepsi dimasyarakat bahwa pemerintah dan DPR tidak seiring sejalan” kata Politisi senior partai Nasdem ini.

Anggota Komisi I Anton Alom mengingatkan bagian umum dan perlengkapan bahwa konsep pemerintah sekarang adalah “Mimika Rumah Kita”, jadi tugas bagian umum untuk menjaga dan merawat puspem sebagai rumah agar semua berfungsi dengan baik, pikirkan bagaimana bisa menata halaman yang luas dengan lebih baik.

Anggota Komisi I Ester Rika Komber menyarankan agar fokus utama bagian umum segera dikerjakan, “Rencana pagar, gapura dan halaman segera di rehab, kondisi halaman yang becek tidak ideal untuk kegiatan kenegaraan, waktu upacara 17an kemarin kita duduk diatas air. Cari solusi bikin podium yang aman untuk kegiatan kenegaraan” ujarnya.

Sementara itu ketua komisi I Alfian Akbar saat diwawancara terpisah mengatakan dari pertemuan tadi ada beberapa hal yang dibahas, yang pertama bahwa bagian umum merupakan bagian dari sekretariat daerah yang bertugas untuk menangani pemeliharaan, perawatan sarana prasarana gedung puspem, juga rumah jabatan bupati ,wakil bupati serta sekda.

Dalam kesempatan itu kami menyarankan yang pertama agar jangan sampai kantor atau ruangan kepala Dinas lebih mewah dari ruangan Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda. Kedua, mendorong penataan lapangan upacara. Ketiga, mendorong jalan masuk itu bisa diperlebar menjadi dua ruas jalan. Sehingga kesannya itu lebih mewah.

Kemudian, yang disampaikan balik oleh Kabag bahwa karena kapasitas anggaran yang tersedia di bagian umum juga masih sangat minim sehingga akan dilakukan secara bertahap .

“Salah satu hal yang menjadi atensi kami, yaitu terkait dengan gudang penyimpanan aset-aset sarana prasana yang sudah tidak lagi dipergunakan, yang nantinya akan dilelang, namun perlu ada tempat penyimpanan sementara sehingga tidak menurunkan kualitas termasuk penyusutan nilai” tutupnya. (don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *