Timika (Timikabisnis) – Anggota DPRD Kabupaten Mimika yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Besar Jayawijaya (KKBJ) Kabupaten Mimika, Martinus Walilo, mengecam oknum yang mencoba memperkeruh suasana pasca penangkapan Bupati Eltinus Omaleng oleh KPK dengan mencantumkan nama tokoh-tokoh masyarakat sebagai pendukung pro bupati yang akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan kepada Wakil Bupati.
Kepada wartawan dikantor DPRD, Kamis (8/9), Walilo mengatakan bahwa ada informasi yang beredar di group-group WA yang mencatut namanya dan beberapa anggota DPRD dan Tokoh Masyarakat lainnya, yang akan memperkeruh situasi, padahal kami tidak tahu apa-apa, kata Walilo.
Informasi yang beredar tentang pemetaan basis wilayah kekuatan dan Tokoh-Tokoh pro Bupati Mimika sebagai upaya deteksi dan antisipasi reaksi dari masa pendukung pasca penangkapan Bupati Mimika oleh KPK pada 7/09/2022 Pukul 10.30 WIT, di Swiss-Belhotel Jayapura dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, Kabupaten Mimika, Papua.
Seakan-akan kami tokoh-tokoh masyarakat papua yang mempunyai massa ini dimasukkan kedalam daftar pendukung Bupati.
“Kami sadar betul sebagai warga negara yang taat hukum, memberi dukungan kepada KPK, biar hukum tetap berjalan, benar tidaknya nanti diputuskan di pengadilan” katanya.
Lebih lanjut, Walilo mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan penangkapan Bupati.
“Kami sama sekali tidak berikan dukungan untuk bebaskan Bupati dari dugaan korupsi, Kalau KPK sudah tangani sesuai mekanisme dan itu terbukti dia bersalah, silahkan proses sesuai hukum yang berlaku” tegasnya
Jadi yang membawa-bawa nama kami mendukung bupati untuk melakukan aksi aksi yang merugikan orang lain, itu sama sekali tidak benar, justru kami yang menjaga keamanan bersama semua komponen masyarakat untuk menjaga keamanan kota Timika apalagi kami sebagai wakil rakyat.
“Untuk menciptakan situasi Timika tidak aman, merencanakan kejahatan dan bergabung dengan kelompok-kelompok tertentu itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami, kami klarifikasi bahwa kami tidak tahu sama sekali” Tegas Walilo.
Ada kelompok tertentu mengatasnamakan kami tokoh-tokoh sengaja memperkeruh situasi, pasti ada oknum-oknum tertentu yang bermain.
Saya meminta pihak keamanan untuk melacak informasi-informasi yang tidak benar, karena ini ada hubungannya dengan pencemaran nama baik.
Selaku tokoh masyarakat dan wakil rakyat, kami tidak terima dengan informasi tersebut dan akan melaporkan kepihak berwajib atas tindakan pencemaran nama baik, kata Walilo. (tim)

