60 % Vaksinasi Tahap Kedua Sudah Menyeluruh, Akan Dilanjutkan Vaksinasi Bagi Lansia

Vaksinasi tahapan kedua di Kantor Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (22/4) di kantor Sentra Pemerintahan SP 3/Foto : Yunita Simon

TIMIKA,(timikabisnis.com) –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika sudah dua hari ini melaksanakan vaksinasi tahapan kedua di Kantor Pemerintahan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra Kepala Dinkes Kabupaten Mimika mengakui bahwa vaksinasi pada layanan kesehatan dan publik sudah menyeluruh, dan selanjutkan vaksinasi bagi Lansia.

Untuk dosis pertama sudah mencapai lebih dari 80 persen dan terus meningkat, sedangkan dosis kedua sudah diatas 60 persen.

“Nah hari ini, kami coba menyelesaikan sekitar 100 orang di Puspem” ucapnya saat ditemui di Hotel Grand Tembaga,Timika, Papua,  Kamis (22/4).

Reynold juga mengungkapkan bahwa sebenarnya masih banyak pelayan publik yang belum divaksinasi, akan tetapi target vaksinasi di semua kelompok sasaran di tentukan oleh kementrian kesehatan dan disesuaikan dengan jumlah vaksin yang ada.

“Namun pada prinsipnya kami memprioritaskan zonasi dan jenis profesi  atau pekerjaannya” katanya.

Jika vaksinasi tahap kedua sudah selesai, maka minggu depan akan dilanjutkan dengan program vaksinasi pada kelompok lansia di zona merah. Dikatakan lansia apabila berumur 60 tahun keatas.

“Langka strategis yang akan dilakukan Dinkes bagi kelompok lansia adalah dengan membagi dua kelompok lansia tersebut menurut aktivitasnya, dan pendataanyan akan dilakukan melalui posyandu lansia,”akunya.

Reynold mengakui, ada dua kelompok kategori yaitu, mandiri dan non mandiri. Dikatakan mandiri apabila lansia tersebut bisa pergi mengakses kesehatan dengan sendiri, kemudian yang non mandiri yang hanya mendapat layanan di rumah saja.

“Melalui posyandu lansia, nanti ditentukan mana lansia yang mandiri dan mana lansia yang  tidak bisa mengakses layanan. Mungkin karena mengalami gangguan kesehatan ataupun mungkin secara  ekonomi tidak bisa pergi mengakses layanan kesehatan” ungkapnya.

Setelah didata selanjutnya akan diuji screning atau uji pelapisan,  apakah bisa divaksin dipuskesmas atau divaksin dirumah ataukah harus dirujuk.

“Misalkan harus divaksin dirumah kalau dia dikategorikan mandiri, maka nanti dijadwalkan untuk datang ke puskesmas. Tetapi kalau memang dia memenuhi screning bisa divaksin di rumah maka petugas kesehatan yang harus ke rumah. Kalau ternyata harus divaksin di rumah sakit dan harus dipantau maka puskesmas harus memfasilitasi itu,” terangnya kepada wartawan.

Dinkes menargetkan pada akhir April sampai batal terakhir tanggal 8 Mei 2021, sebanyak 20.000 kelompok lansia yang berada di wilayah zona merah akan menerima vaksinasi.

Ada dua strategi yang akan di gunakan Dinkes untuk vasinasi dosis pertama, yaitu satu strategi pelayanan secara statis di puskesmas dan dirumah sakit, kedua membuka pelayanan secara massal. Dan Untuk dosis pertama ini akan dilayani secara mobile. (Yun)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!